VOICEINDONESIA.CO, Pasuruan – Kenaikan harga daging sapi di pasar tradisional Kabupaten Pasuruan terus berlanjut. Seperti yang terlihat di Pasar Tradisional Bangil, harga komoditas pangan tersebut masih melambung tinggi hingga Jumat (11/9).
Lonjakan harga daging sapi ini mulai dirasakan usai perayaan Idul Adha dan kian berlanjut seiring kembali aktifnya program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Sebelumnya, harga daging sapi kualitas super dipatok sekitar Rp 135 ribu per kilogram. Namun saat ini, harga paling rendah untuk kualitas yang sama telah menyentuh angka Rp 145 ribu per kilogram, bahkan beberapa pedagang menjual di atas Rp 150 ribu per kilogram.
Diah, salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Bangil, menuturkan bahwa kenaikan harga terjadi secara terus-menerus karena minimnya stok daging yang masuk ke pasar.
“Harga terus naik sejak beberapa bulan lalu dan tidak pernah turun ke harga normal. Informasi yang saya terima, ada pedagang lain yang menjual lebih tinggi dari saya,” ujar Diah saat melayani pembeli.
Ia mengaku tetap nekat berjualan lantaran usaha tersebut merupakan satu-satunya sumber penghasilan utama keluarganya. Selain itu, ia mengandalkan pasokan langsung dari penjagal tanpa harus menyembelih sapi sendiri.
“Untungnya saya mengambil barang dari penjagal, jadi tinggal menjual saja. Saat ini, hanya usaha jualan daging ini yang dijalankan keluarga,” jelasnya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan lonjakan harga dan kelangkaan pasokan ini. Pasalnya, kondisi harga yang tak kunjung normal dikhawatirkan dapat melesukan perekonomian daerah, terutama bagi para pedagang dan usaha rumah potong hewan.(fsm)



























