VOICEINDONESIA.CO, Padangsidimpuan – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VI Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Sumatera Utara yang dijadwalkan berlangsung Selasa (3/11/2026) di Medan, Kapolres dan Wakapolres Padangsidimpuan menyoroti tantangan dunia pers di tengah derasnya arus informasi media sosial.
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky menilai, pers memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi maupun penegakan hukum. Menurutnya, pers menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
Ia mengatakan, keterbukaan informasi kepada publik merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Karena itu, hubungan Polri dan pers perlu dibangun melalui kemitraan yang terbuka, saling menghormati, serta tetap menjunjung profesionalisme dan independensi jurnalistik.
Noval juga menegaskan bahwa kepolisian menjalankan tugas berdasarkan hukum dan prinsip transparansi, sementara jurnalis memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi secara independen, objektif, dan berimbang melalui fungsi kontrol sosial.
Ia berharap Musda VI IJTI Sumut dapat memperkuat solidaritas ant jurnalis televisi, meningkatkan kompetensi serta integritas wartawan, sekaligus melahirkan gagasan yang mendukung demokrasi dan pendidikan masyarakat.
Sementara itu, Wakapolres Padangsidimpuan Kompol Parlindungan Panjaitan menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara kepolisian dan insan pers, terutama dalam menjaga ketepatan informasi yang diterima masyarakat serta stabilitas daerah.
Menurut Parlindungan, perkembangan media sosial membuat informasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena informasi yang beredar belum tentu melalui proses verifikasi sebagaimana mekanisme kerja jurnalistik di ruang redaksi.
Ia mengingatkan bahwa meskipun media sosial bukan ruang redaksi jurnalistik, informasi yang beredar di dalamnya tetap dapat dibaca, dilihat, dan didengar masyarakat. Karena itu, setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya agar tidak menimbulkan penilaian yang keliru.
Parlindungan berharap Musda VI IJTI Sumut menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan dan tantangan dunia jurnalistik, sekaligus menjadi momentum refleksi bersama dalam menjaga norma serta etika profesi.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta Musda dan berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat solidaritas serta kebersamaan jurnalis televisi di Sumatera Utara. (SS)























