VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Kesenjangan Keterampilan Jadi Biang Kerok Perusahaan Sulit Dapat Tenaga Kerja

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menaker Tekankan Transformasi Balai K3 Jadi Pusat Pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) kelompok usia muda 15-24 tahun ternyata mencapai 17,4 persen. Di sisi lain, sebanyak 48 persen perusahaan di Indonesia justru mengaku kesulitan mendapatkan tenaga kerja dengan kompetensi memadai.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Ia mengutip laporan Future of Jobs World Economic Forum (WEF) 2025 yang menyebutkan 54 persen perusahaan di Indonesia mengidentifikasi kesenjangan keterampilan (skill gap) sebagai salah satu permasalahan utama dalam bisnis mereka.

Yassierli menilai persoalan tersebut menjadi tantangan yang perlu segera diatasi, terutama karena Indonesia tidak hanya menghadapi persoalan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga memastikan pekerjaan yang tersedia merupakan pekerjaan yang layak.

Ia menambahkan perlu penguatan keterhubungan antara dunia pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan industri, agar tenaga kerja yang dihasilkan memiliki kompetensi sesuai permintaan pasar.

Oleh karena itu, Yassierli mengungkap Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong perubahan pendekatan pelatihan vokasi dari berbasis pasokan (supply-driven) menjadi berbasis kebutuhan industri (demand-driven).

"Kalau memang kebutuhannya jelas, kami akan support. Biaya pelatihannya akan ditanggung Kementerian Ketenagakerjaan," ujarnya pada Rabu (2/9/2026).

Ia mencontohkan pendirian balai pelatihan sektor dirgantara di Bandung yang disesuaikan dengan kebutuhan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut diperkirakan mencapai 500 hingga 1.000 orang.

Yassierli menegaskan pendekatan tersebut diperlukan agar pelatihan vokasi tidak sekadar menghasilkan lulusan, tetapi juga memastikan kompetensi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk usia kerja berdasarkan Sakernas Mei 2026 mencapai 220,23 juta orang, dengan 155,41 juta orang di antaranya masuk angkatan kerja. Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 148,19 juta orang tercatat bekerja, sedangkan 7,22 juta orang masih menganggur. Adapun 64,82 juta orang lainnya termasuk kelompok bukan angkatan kerja, seperti pelajar, pengurus rumah tangga, maupun pensiunan.

Struktur pasar kerja nasional masih didominasi pekerjaan informal, dengan proporsi pekerja informal mencapai 56,54 persen dan pekerja formal sebesar 38,81 persen. TPT nasional sendiri tercatat sebesar 4,65 persen.

Dari sisi pendidikan, mayoritas tenaga kerja masih berpendidikan SD dan SMP dengan proporsi 50,52 persen, disusul lulusan SMA dan SMK sebesar 32,27 persen, sementara lulusan perguruan tinggi hanya 12,56 persen.

Data Sakernas Agustus 2025 turut menunjukkan perbedaan status pekerjaan berdasarkan tingkat pendidikan. Lulusan universitas memiliki proporsi bekerja di sektor formal sebesar 76,5 persen, sementara lulusan SMA dan SMK lebih banyak tersebar di sektor informal dengan tingkat pengangguran masing-masing 6,9 persen dan 8,6 persen. Adapun lulusan SD dan SMP didominasi pekerja sektor informal hingga 72,5 persen, dengan tingkat pengangguran sebesar 2,8 persen.

Ringkasan AI

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) kelompok usia muda 15-24 tahun ternyata mencapai 17,4 persen. Di sisi lain, sebanyak 48 persen perusahaan di Indonesia justru mengaku kesulitan mendapatkan tenaga kerja dengan kompetensi memadai.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTTImigrasi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTT

Afifah· 01 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.