VOICE Indonesia
HOT
Daerah

Kala "Praktik" Perdagangan Orang di Batam Jadi Perhatian Khusus Diplomat Amerika

IKO - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi2 menit baca

Ringkasan Berita

AI
VOICE Indonesia di Google
Rapat Diplamat AS
Pertemuan Diplomat AS di ruang kerja Kapolda Kepri, Selasa, 20 Oktober Oktober 2026.(Foto: Foto: Humas Polda Kepri)

VOICEINDONESIA.CO, Batam – Kurang lebih 20 tahun terpaut pada program penegakan hukum Amerika Serikat dalam membereskan perbatasan, Polda Kepri mengulang lagi. Sinyal itu menguat dalam rapat tertutup para diplomat AS di Batam bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud).

Pertemuan itu berlangsung di ruang kerja Kapolda, pada Selasa, 20 Oktober Oktober 2026. Di atas meja, semua mata saling beradu: petinggi polisi serta para diplomat necis yang datang dari Jakarta membawa agenda.

Di luar, suasana ramai mengawani hilir mudik feri di Pelabuhan Batam Center juga Harbourbay, Batam. Namun, pagi itu saat berunding, narasi yang dibahas demikian suram dimana manusia-manusia yang diperdagangkan serta keluar masuk perbatasan yang kian liar.

Sambil menggeser perangkat komunikasi taktis di kuping kirinya, Irjen Pol Suhendri menonjolkan "peta kejahatan" modern. Sepanjang tahun ini saja, katanya, ada 36 kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang ditindak dengan 64 tersangka dan 143 jiwa selamat dari cekaman online scam.

"Korban awalnya dijanjikan pekerjaan legal dengan penghasilan tinggi oleh agen perekrut, sampai disana, justru dipekerjakan sebagai operator judi daring maupun pelaku penipuan daring," ucap Kapolda Kepri dalam siaran persnya.

Para utusan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta yakni Diplomat Bidang Politik Sylvia Stankova-Loomis, Penasihat Hukum Tetap OPDAT Tomika Patterson, Spesialis Bidang Politik Pradita Anggira Prima, Spesialis Hukum OPDAT Cut Yunita, Spesialis Program INL Siti Sarah, dan penerjemah Nadia Bilondatuk yang dibawanya pun menyimak.

Bagi Gedung Putih, isu TPPO itu serangkai dengan kejahatan siber lintas negara tentu jadi ancaman keamanan kawasan. Disitulah pengalaman kerjasama selama dua dekade di Indonesia kembali dirundingkan. Satu titik krusial di peta Kepri juga dipelototi: perairan terbuka serta pelabuhan tikus kerap jadi jalur belakang bagi para penyelundup.

Sementara, Wakapolda Kepri Brigjen Anom Wibowo melipat tangannya sambil menguraikan bagaimana modus operandi itu terus berganti. Tidak lagi menyeberang lewat celah bakau di malam hari, para Pekerja Migran Indonesia (PMI) kini menyamar jadi wisatawan: pegang tiket feri resmi alasannya berlibur ke Singapura atau Malaysia.

Tapi, satu persatu petinggi polisi dari Ditpolairud hingga Kapolresta Barelang khatam betul kalau operasi tak cukup mengandalkan pengakapan. Diduga ada kebocoran koordinasi serta lubang regulasi yang kerap dimanfaatkan mafia jaringan ini.

Jabat tangan dan sesi foto bersama jadi akhir dari pertemuan. Amerika Serikat nego dengan diplomatisnya dan pertukaran intelijen, sementara polisi di Kepri berjanji lagi menjaga ketat pintu perlintasan.(Aulia Ichsan)

Pilihan Redaksi

Pemprov DKI Siapkan Pelatihan Bahasa Gratis bagi Calon Pekerja ke Luar NegeriPekerja Migran Indonesia

Pemprov DKI Siapkan Pelatihan Bahasa Gratis bagi Calon Pekerja ke Luar Negeri

S Nurafifa· 22 October 2026
#tppo#polda kepri#kedutaan besar as#pmi
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.