VOICEINDONESIA.CO, Sidoarjo – Pohon berukuran besar tiba-tiba tumbang di kawasan Tebel, Gedangan, Sidoarjo, Sabtu (12/9) sekitar pukul 13.30 WIB. Pohon yang berada di pinggir perlintasan kereta api tersebut roboh melintang hingga menutup jalur kendaraan di sebelah barat jalan. Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Peristiwa itu terjadi saat angin kencang berembus. Tumbangnya pohon sontak membuat pengguna jalan yang melintas terkejut. Batang pohon yang cukup besar ambruk ke arah jalan raya dan menghalangi arus kendaraan.
Salah satu saksi mata di lokasi, Nisa, mengatakan pohon tersebut memang sudah tua. Selain itu, pohon tersebut disebut pernah terbakar saat musim kemarau lalu sehingga kondisinya diduga sudah mengalami pelapukan.
“Pohon ini memang sudah tua dan pernah terbakar saat musim kemarau lalu. Pas ada angin kencang, terdengar suara kretak-kretak, lalu pohonnya langsung tumbang ke arah jalan raya,” ujar Nisa.
Tumbangnya pohon tersebut sempat membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan. Kendaraan yang hendak melintas terpaksa memperlambat laju karena sebagian badan jalan tertutup batang dan dahan pohon yang roboh. Selain itu, dua orang dikabarkan mengalami luka-luka.
Kanit Reskrim Polsek Gedangan Iptu Andri Sasongko membenarkan adanya dua korban dalam peristiwa pohon tumbang tersebut. Kedua korban telah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
“Benar ada dua korban dalam peristiwa pohon tumbang. Korban telah dilarikan ke rumah sakit. Korban pengendara Vario, Saudara Moch Sakdan, laki-laki, umur 45 tahun, alamat Celep RT 09/RW 03, Kelurahan Celep, Kecamatan Sidoarjo Kota. Sekarang dirawat di RS Delta Surya,” ujarnya.
Sementara itu, satu korban lainnya juga mendapat penanganan medis setelah terdampak material pohon yang tumbang. Petugas masih melakukan pendataan terkait kondisi kedua korban dan memastikan penanganan lebih lanjut.
Di tengah kemacetan, warga langsung berjibaku mengevakuasi pohon tumbang. Batang dan dahan yang melintang dipindahkan dari badan jalan agar akses kendaraan bisa segera kembali digunakan dan kepadatan lalu lintas tidak berlangsung lama.
Proses evakuasi dilakukan bersama petugas dengan memotong dan menyingkirkan material pohon yang menutup jalan. Setelah material berhasil dievakuasi, arus lalu lintas kendaraan yang melintas di sekitar lokasi berangsur kembali normal.(fsm)



























