VOICE Indonesia
Edukasi

KKN UIN Walisongo Ajak Karang Taruna di Demak Olah Sekam Padi Jadi Briket

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Foto ini menunjukkan kegiatan praktik langsung pembuatan briket sekam padi yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Tlogoweru. Terlihat sejumlah mahasiswi KKN UIN Walisongo Posko 93 duduk melingkar sambil mencetak adonan arang sekam ke dalam wadah plastik
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 93 mempraktikkan pembuatan briket dari sekam padi bersama pemuda Karang Taruna Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Minggu (9/8/2026) malam.(Foto: Voiceindonesia.co/Dok.KKN UIN Walisongo)

VOICEINDONESIA.CO, Demak – Limbah sekam padi yang selama ini hanya jadi sisa panen tak terpakai, ternyata bisa disulap menjadi bahan bakar alternatif bernilai ekonomi. Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 93 memperkenalkan potensi ini kepada pemuda Karang Taruna Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, lewat sosialisasi dan praktik langsung pembuatan briket sekam padi.

Ketua Divisi Ekonomi Pembangunan KKN Posko 93, Danang Kusuma, menyebut kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Tlogoweru, Minggu (9/8/2026) malam, ini bertujuan membuka wawasan warga bahwa limbah sekam padi masih memiliki nilai guna jika diolah dengan tepat.

"Tujuannya supaya masyarakat tahu bahwa limbah sekam padi bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, salah satunya menjadi briket yang memiliki nilai guna dan nilai jual," ungkap Danang.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB ini tidak berhenti pada penyampaian materi semata, melainkan langsung mengajak peserta mempraktikkan tahapan pembuatan briket, dimulai dari membakar sekam padi hingga menjadi arang, lalu dihaluskan dan dicampur bahan perekat.

Dalam praktik tersebut, mahasiswa KKN menggunakan tepung tapioka sebagai bahan perekat utama, meski Danang menyebut ada alternatif lain yang bisa digunakan warga.

"Ini pakai tepung tapioka bisa, tepung sagu juga bisa," ujarnya.

Campuran arang sekam dan tepung kemudian dicetak sesuai bentuk yang diinginkan, sebelum dijemur beberapa hari hingga kadar airnya berkurang dan briket benar-benar kering serta siap digunakan sebagai bahan bakar.

Kesempatan praktik diberikan bergantian kepada seluruh peserta, membuat kegiatan berlangsung lebih interaktif dibanding sekadar penyampaian materi satu arah. Bagi sejumlah peserta, pengetahuan ini menjadi hal yang benar-benar baru.

"Dapat banyak pelajaran. Soalnya nggak pernah tahu kalau sekam padi bisa diolah," ujar Galang, salah satu peserta.

Sementara itu, peserta lain, Kingky, melihat briket sekam padi berpotensi menjadi alternatif bahan bakar warga setempat yang selama ini masih mengandalkan kayu bakar untuk berbagai keperluan.

"Kalau di sini biasanya bakar-bakar pakai kayu. Jadi ini bisa dicoba kalau mau bakar-bakar," ucapnya.

Meskipun kegiatan diikuti oleh peserta dalam jumlah terbatas, proses sosialisasi berjalan dengan adanya diskusi dan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai potensi sekam padi, tetapi juga mengetahui gambaran dasar proses mengubahnya menjadi briket.

Danang berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan secara mandiri oleh para pemuda, sekaligus melihat pengolahan sekam padi sebagai salah satu peluang untuk memanfaatkan potensi limbah pertanian yang tersedia di lingkungan Desa Tlogoweru.

"Harapannya, setelah mengetahui cara pengolahannya, teman-teman Karang Taruna bisa mencoba membuat sendiri dan mengembangkan briket sekam padi menjadi produk yang bermanfaat serta memiliki nilai jual," ujar Danang.

Ringkasan AI

Mahasiswa KKN UIN Walisongo mengajak Karang Taruna Desa Tlogoweru mengolah limbah sekam padi menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif. Kegiatan ini meliputi sosialisasi dan praktik langsung pembuatan briket dengan tepung tapioka sebagai perekat, membuka peluang ekonomi dan pemanfaatan limbah pertanian.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

100.000 WNI Bakal Dikirim Kerja ke Jepang per Tahun, Kampus Bakal Punya Satgas KhususPekerja Migran Indonesia

100.000 WNI Bakal Dikirim Kerja ke Jepang per Tahun, Kampus Bakal Punya Satgas Khusus

S Nurafifa· 10 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.