VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Nilai perdagangan Indonesia dan Myanmar pada 2025 tercatat sekitar 1,033 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,2 triliun, berdasarkan basis data perdagangan internasional Perserikatan Bangsa Bangsa (UN COMTRADE). KBRI Yangon akan menggelar Indonesia Expo 2026 di ibu kota Myanmar pada tanggal 30 hingga 31 September 2026 untuk memperluas kerja sama ekonomi, pendidikan, dan pariwisata kedua negara, demikian keterangan tertulis KBRI Yangon, dilansir Antara, Minggu (25/10/2026).
Ekspor Indonesia ke Myanmar pada periode itu mencapai 901,69 juta dolar AS. Komoditas utamanya meliputi produk minyak kelapa sawit (CPO), tembakau, peralatan elektronik, gelas dan produk kaca, serta produk manufaktur lainnya.
Impor Indonesia dari Myanmar tercatat 131,33 juta dolar AS hingga 171,09 juta dolar AS. Beras menjadi komoditas impor paling signifikan, yakni 206,4 ribu ton senilai 77,7 juta dolar AS untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Pameran bertema “Bridging Partnerships, Building Prosperity” itu terbuka gratis untuk umum pukul 09.00 hingga 17.00 waktu setempat. KBRI Yangon menyelenggarakannya bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia serta Union of Myanmar Federation of Chambers of Commerce and Industry (UMFCCI), dengan harapan lahir kemitraan berkelanjutan.
Sebanyak 39 perusahaan, lembaga pendidikan, dan asosiasi asal Indonesia akan bertemu 19 perusahaan Myanmar yang tergabung dalam kategori Friends of Indonesia. Pameran ini menjadi wadah promosi produk unggulan, pengembangan jejaring bisnis, dan penjajakan kemitraan strategis.
Hari pertama, Jumat (30/10/2026), berfokus pada perdagangan, investasi, dan penguatan kemitraan bisnis. Sektor yang ditampilkan meliputi energi, pertanian, pupuk, minyak nabati, penerbangan, kendaraan listrik, konstruksi, kesehatan, logistik, serta makanan dan minuman.
Pembukaan pameran juga diisi penandatanganan sejumlah kerja sama bisnis strategis. Pihak yang terlibat antara lain Perusahaan Gas Negara (PGN), RGE Energy Company, uab bank Myanmar, MDG, dan Pertamina Lubricants Thailand.
Hari kedua, Sabtu (31/10/2026), beralih ke promosi pendidikan tinggi Indonesia dan interaksi publik. Tujuh perguruan tinggi Indonesia hadir memberi konsultasi soal program studi, persyaratan masuk, dan peluang beasiswa.
Universitas Widyatama dan Yangon University of Foreign Languages (YUFL) menandatangani kerja sama pada hari itu. Kolaborasi lain melibatkan uab bank, Nyarna Empowers, dan Perkasa Flight School. Sekolah Indonesia Yangon (SIY) dan Indonesian International School Yangon (IISY) juga ikut memperkenalkan ekosistem pendidikan Indonesia.
Pengunjung bisa menikmati kuliner khas Nusantara, penampilan penyanyi populer Myanmar, informasi destinasi wisata Indonesia, dan door prize.























