VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (6/7/2026) pagi, ditopang optimisme pelaku pasar global terhadap sinyal pelonggaran kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat. IHSG naik 17,50 poin atau 0,30 persen ke posisi 5.893,28, sementara Indeks LQ45 ikut naik 1,30 poin atau 0,22 persen ke posisi 583,08.
Sentimen positif dari luar negeri datang dari data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari ekspektasi, sehingga memperkuat peluang The Fed melonggarkan kebijakan moneternya.
"Pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan meningkatkan posisi pada aset berisiko," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Dari Timur Tengah, meredanya ketegangan AS-Iran turut membantu sentimen pasar. Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz terus pulih dan ekspor minyak Arab Saudi disebut telah kembali sekitar 90 persen dari level sebelum konflik, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global mulai mereda.
Di dalam negeri, sentimen masih dibayangi sejumlah tekanan. Defisit neraca perdagangan pertama sejak April 2020, kontraksi aktivitas manufaktur, serta peringatan Fitch Ratings terkait penurunan cadangan devisa menjadi faktor yang perlu dicermati pelaku pasar.
Arah IHSG dalam jangka pendek akan bergantung pada sejumlah data ekonomi penting yang segera dirilis, mulai dari ISM Services PMI AS, risalah FOMC The Fed, data inflasi China, hingga data cadangan devisa dan keyakinan konsumen domestik.



























