VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
Ekonomi

BGN Tegaskan Program MBG Tak Sedot Habis Anggaran Negara

Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi
VOICE Indonesia di Google
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membantah tegas persepsi publik di media sosial yang menganggap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap habis anggaran negara hingga menghentikan program prioritas pemerintah lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono saat menggelar konferensi pers di Jakarta pada Jumat (31/7/2026).

Pihaknya menegaskan bahwa alokasi anggaran APBN telah dirancang secara proposional sehingga berbagai sektor pembangunan dasar tetap berjalan beriringan tanpa mengorbankan kebutuhan masyarakat lainnya.

"Saya gemas juga melihat komentar di media sosial seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, program-program lain tetap dikerjakan," ujar Sudaryono.

Sudaryono membeberkan bukti konkret melalui sektor pertanian, di mana persoalan pupuk subsidi dan jaringan irigasi tetap mendapatkan penanganan serius dari pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa sebelum maupun sesudah program MBG bergulir, pemerintah terus mengupayakan pemenuhan kuota pupuk dengan skema harga yang terjangkau bagi para petani, sekaligus merevitalisasi infrastruktur irigasi pertanian yang mengalami kerusakan.

"Sudah ada anggaran yang dipakai untuk MBG, kemudian pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi," kata Sudaryono merinci ketercukupan anggaran sektor pangan.

Di samping sektor pertanian, BGN juga menepis tudihan bahwa program pemenuhan gizi anak menjadi biang kerok minimnya dana perbaikan fasilitas pendidikan.

Sudaryono menegaskan bahwa kondisi kerusakan fisik bangunan sekolah merupakan masalah menahun yang sudah terjadi jauh sebelum program MBG diresmikan, dan pemerintah saat ini secara konsisten terus melakukan pembenahan fasilitas secara bertahap.

"Yang sekolah rusak itu dulu ke mana? Dulu tidak ada MBG, mestinya sekolah sudah bagus semua. Kan tidak. Sekarang ada MBG, sekolahnya juga diperbaiki pemerintah," ujarnya.

Ia meminta publik untuk lebih bijak memilah informasi dan tidak membenturkan program pemenuhan nutrisi nasional dengan pembangunan infrastruktur publik lainnya.

Ringkasan AI

Kepala Badan Gizi Nasional menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menghabiskan anggaran negara sehingga program prioritas lain tetap berjalan. Pemerintah juga tetap menangani sektor pertanian dan perbaikan fasilitas pendidikan secara bertahap tanpa mengorbankan kebutuhan masyarakat.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Pemerintah Perkuat Pelindungan PMI di Hong Kong dan GuangzhouPekerja Migran Indonesia

Pemerintah Perkuat Pelindungan PMI di Hong Kong dan Guangzhou

Afifah· 01 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.