
PMI Dilarang Pegang HP, KSPSI Usul Akses Komunikasi Seminggu Sekali

Ringkasan AI
**Rangkuman:** KSPSI mengusulkan agar pekerja migran Indonesia (PMI) diperbolehkan memegang handphone minimal seminggu sekali untuk melaporkan kondisi mereka, mengikuti praktik yang sudah diterapkan Filipina. Menurut KSPSI, akses komunikasi berkala ini akan memperkuat sistem perlindungan PMI, terutama mereka dari daerah terpencil yang bekerja di luar negeri. Dengan laporan mingguan, risiko PMI hilang atau bermasalah dapat diketahui lebih cepat ketimbang menunggu berbulan-bulan. KSPSI juga menyoroti tiga sektor paling rentan bagi PMI: kelautan, pekerjaan rumah tangga, dan perdagangan orang online.
Powered by Ajakin.id — AI EnginePilihan Redaksi
EditorialMenanti Taji Kemen P2MI Tanpa Berlindung Dibalik Amandemen
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Jadwal Event Terbaru
Agenda pameran, job fair, dan seminar pilihan
Punya acara dan ingin diliput VOICE? Kerja samanya gratis — barter promosi.
Ajukan Kerja SamaKomentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk, Optimalkan 26 Kapal
Ekonomi

Tiket Kapal PELNI Sudah Bisa Dipesan 60 Hari Sebelum Keberangkatan
Ekonomi

Buruh Bali Tuntut UMP 2027 Rp4,5 Juta
Buruh

KPK Temukan ATM Penampung Setoran Kantah di Kanwil BPN Jatim
Hukum

Menanti Taji Kemen P2MI Tanpa Berlindung Dibalik Amandemen
Editorial
Editorial

Menanti Taji Kemen P2MI Tanpa Berlindung Dibalik Amandemen

Pintu Tunggal Agensi Menyekat Pelindungan Pekerja Migran di Malaysia

Skandal SI Permit: Saat Negara Absen, Pekerja Migran Diperas hingga 145 Miliar

Risih Berita Viral, Pejabat Coba Pembungkaman Pers Terkait TPPO

Integrasi Data Real Time Perkuat Layanan Imigrasi














