VOICE Indonesia
Hukum

Tiga ASN Tewas Ditembak KKB di Papua

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Juru Bicara KemenHAM RI Thomas Harming Suwarta
Juru Bicara KemenHAM RI Thomas Harming Suwarta(Foto: Voiceindonesia.co/Ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak diduga oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat dalam perjalanan pulang usai mengantar bantuan pangan, sebuah peristiwa yang mendorong Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI mendesak pengusutan tuntas dan hukuman bagi pelakunya.

Juru Bicara KemenHAM RI Thomas Harming Suwarta menegaskan tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan prinsip penghormatan serta pelindungan hak asasi manusia.

"KemenHAM RI mengecam keras penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya ini. Pembunuhan ini sangat keji, terhadap warga sipil yang sedang mencari penghidupan atau nafkah di Papua. Kami juga meminta agar pelaku diusut tuntas dan dihukum," kata Thomas dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (10/9/2026).

Penembakan tersebut terjadi pada Rabu (9/9/2026) di wilayah Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Aparat masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan kelompok yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Thomas menegaskan KemenHAM tidak memiliki kompetensi menilai narasi yang beredar dari kelompok KKB yang menyebut korban merupakan agen intelijen.

"Kami pun tidak paham apakah mereka agen intelijen atau tidak sebagaimana narasi beredar dari kelompok KKB, tapi yang pasti mereka adalah warga sipil yang sedang mencari penghidupan di Papua. Pembunuhan terhadap warga sipil ini tidak bisa dibenarkan," ujarnya.

KemenHAM meminta seluruh pihak yang terlibat dalam konflik di Papua menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.

"Konflik ini tidak boleh mengorbankan warga sipil, serta meminta para pihak untuk sama-sama menahan diri," kata Thomas.

KemenHAM menegaskan keselamatan dan penghormatan terhadap hak warga sipil harus menjadi perhatian bersama dalam setiap situasi kekerasan, sekaligus mendorong seluruh pihak mengutamakan langkah yang dapat menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah jatuhnya korban berikutnya. Kementerian ini menegaskan penyelesaian persoalan perlu ditempuh lewat mekanisme hukum yang berlaku dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Sebelumnya, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani mengungkap hasil penyelidikan sementara menduga pelaku penembakan berasal dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama, meski aparat masih mendalami identitas pasti pelaku yang terlibat.

Penembakan terjadi saat rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dalam perjalanan kembali menuju Wamena, usai mengantar bantuan pangan berupa ternak babi kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Rabu (9/9/2026). Saat rombongan berada di Distrik Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena, mereka dihadang dan tiga ASN menjadi korban penembakan, yakni Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik.

Satu dari tiga jenazah korban, yakni Willi Mbuik, telah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan dijadwalkan tiba melalui Jakarta pada Jumat (11/9/2026).

Ringkasan AI

Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak diduga oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat dalam perjalanan pulang usai mengantar bantuan pangan, sebuah peristiwa yang mendorong Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI mendesak pengusutan tuntas dan hukuman bagi pelakunya.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Belasan Kapal dan 2 Drone Dikerahkan Cari 8 Orang Hilang di Selat SundaNasional

Belasan Kapal dan 2 Drone Dikerahkan Cari 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Kiky· 11 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.