VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Ketidakhadiran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid dalam dua rapat beruntun di Komisi II DPR RI menuai sorotan. Absennya Nusron ini terjadi tepat di tengah penyidikan KPK yang menyeret sejumlah orang dekatnya sebagai tersangka.
Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan yang ditugaskan menggantikan Nusron mengklaim ketidakhadiran bosnya semata soal jadwal yang sudah lebih dulu terisi agenda lain. Ia menegaskan penunjukan dirinya sebagai wakil dalam rapat merupakan perintah langsung dari sang menteri.
"Tentunya itu adalah penugasan dari beliau sebagai Menteri ATR/BPN," katanya usai rapat bersama Komisi II DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Ossy mengaku belum bisa memastikan keberadaan Nusron saat ini dan perlu berkoordinasi lebih dulu dengan Sekretariat Menteri untuk memastikannya. Ia hanya memastikan Nusron dalam kondisi sehat dan komunikasi antara keduanya tetap berjalan normal setiap hari.
"Setiap hari kami terus berkomunikasi karena kan kementeriannya masih dipimpin oleh beliau," katanya.
Dua rapat yang tak dihadiri Nusron itu masing-masing membahas pengelolaan aset pemerintah daerah pada Selasa (15/9), serta penetapan dan penyesuaian rencana kerja dan anggaran kementerian pada Rabu (16/9). Absennya sang menteri berbarengan dengan operasi tangkap tangan KPK di lingkungan ATR/BPN yang terjadi sehari sebelumnya, Senin (14/9).



























