VOICEINDONESIA.CO, Teheran – Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengirimkan peringatan keras kepada Amerika Serikat di tengah meningkatnya eskalasi konflik menyusul serangan AS terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Darkhovin yang masih dalam tahap pembangunan di Provinsi Khuzestan.
Khamenei belum pernah sekali pun muncul di hadapan publik sejak dilantik pada Maret lalu namun tetap aktif mengirimkan peringatan keras kepada Washington.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan Iran akan mengambil langkah yang tepat untuk mempertahankan kepentingan dan keamanan nasionalnya.
"Serangan AS terhadap PLTN Darkhovin yang masih dalam tahap pembangunan merupakan serangan berbahaya terhadap infrastruktur damai Iran," kata Gharibabadi dalam unggahan di platform X, Minggu (19/7/2026).
Gharibabadi menegaskan AS bertanggung jawab penuh atas konsekuensi dari meningkatnya ketidakamanan dan ketidakstabilan di kawasan.
"Iran mengecam keras agresi ini dan akan mengambil langkah yang tepat untuk mempertahankan kepentingan dan keamanan nasional," tegasnya.
Serangan ke PLTN Darkhovin terjadi di tengah aksi saling serang antara AS dan Iran yang terus berlanjut meski keduanya telah menandatangani nota kesepahaman perdamaian yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu. Iran membalas setiap serangan AS dengan menyerang fasilitas dan pangkalan militer AS di sejumlah negara tetangga termasuk Qatar, Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Arab Saudi.
Spekulasi soal kondisi Mojtaba Khamenei semakin memuncak karena ia tidak hadir dalam upacara pemakaman ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung hingga 9 Juli 2026. AS meyakini Khamenei terluka dan mengalami cacat fisik yang parah akibat serangan udara AS-Israel pada 28 Februari 2026 namun Iran membantah klaim tersebut melalui pernyataan-pernyataan yang dirilis Khamenei.
an Iran yang terus berlanjut meski keduanya telah menandatangani nota kesepahaman perdamaian yang dimediasan Iran yang terus berlanjut meski keduanya telah menandatangani nota kesepahaman perdamaian yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu. Iran membalas setiap serangan AS dengan menyerang fasilitas dan pangkalan militer AS di sejumlah negara tetangga termasuk Qatar, Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Arab Saudi.Spekulasi soal kondisi Mojtaba Khamenei semakin memuncak karena ia tidak hadir dalam upacara pemakaman ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung hingga 9 Juli 2026. AS meyakini Khamenei terluka dan mengalami cacat fisik yang parah akibat serangan udara AS-Israel pada 28 Februari 2026 namun Iran membantah klaim tersebut melalui pernyataan-pernyataan yang dirilis Khamenei.
an Iran yang terus berlanjut meski keduanya telah menandatangani nota kesepahaman perdamaian yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu. Iran membalas setiap serangan AS dengan menyerang fasilitas dan pangkalan militer AS di sejumlah negara tetangga termasuk Qatar, Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Arab Saudi.Spekulasi soal kondisi Mojtaba Khamenei semakin memuncak karena ia tidak hadir dalam upacara pemakaman ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang berlangsung hingga 9 Juli 2026. AS meyakini Khamenei terluka dan mengalami cacat fisik yang parah akibat serangan udara AS-Israel pada 28 Februari 2026 namun Iran membantah klaim tersebut melalui pernyataan-pernyataan yang dirilis Khamenei.

















