VOICEINDONESIA.CO, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump ternyata secara pribadi tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri perang dengan Iran, meski di saat bersamaan Pentagon diam-diam memperpanjang penempatan pasukan di Timur Tengah, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ).
WSJ mengungkap Trump telah berdiskusi dengan para penasihat senior untuk mengeluarkan pernyataan mengenai "berakhirnya perang dengan Iran", sebuah langkah yang dilaporkan didukung Trump sendiri, dilansir Kamis (3/9/2026).
Trump diyakini berpandangan bahwa memberikan tekanan ekonomi yang intens akan memaksa Teheran membongkar program nuklirnya atau bahkan meruntuhkan pemerintahannya. Amerika Serikat sebelumnya telah meluncurkan Operasi Economic Outcast pekan lalu, yang menargetkan jalur ekonomi utama Iran, termasuk sektor minyak, pelayaran, penerbangan, emas, teknologi, dan aset digital.
Meski ada diskusi privat tersebut, Pentagon tetap memperpanjang penempatan pasukannya, sebuah sinyal bahwa perang berpotensi berlarut hingga tahun depan.
Militer AS saat ini mempertahankan 50.000 pasukan dan 19 kapal perang, termasuk dua kapal induk dan 13 kapal perusak berpemandu misil, guna memberikan fleksibilitas operasional kepada presiden.



























