VOICEINDONESIA.CO, Washington – "Washington kemungkinan akan menyerang Iran lagi dengan keras malam ini," kata Trump kepada wartawan dalam KTT NATO, Rabu (8/7/2026).
Press TV mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut melaporkan Iran tidak akan tinggal diam jika AS kembali melancarkan serangan. Teheran siap menutup Selat Hormuz dan menyerang lebih banyak sasaran sebagai respons atas serangan tersebut.
Di tengah eskalasi tersebut Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi dan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud bertemu pada Rabu untuk membahas keamanan maritim di Selat Hormuz. Kedua menteri bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan menegaskan pentingnya jalur perairan tersebut bagi perdagangan dan pasokan energi global.
Kedua menlu mendesak solusi diplomatik untuk meredakan ketegangan regional dan menjaga keselamatan serta kebebasan navigasi maritim di Selat Hormuz. Oman dan Arab Saudi juga menegaskan pentingnya koordinasi berkelanjutan dalam menghadapi dinamika kawasan yang terus berkembang.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi jalur transit sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Penutupan selat ini akan berdampak besar terhadap pasokan energi global dan harga minyak dunia.



























