VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

KP2MI Perkenalkan Fasilitas Command Centre ke Taiwan, Seperti Apa?

Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
KP2MI Perkenalkan Fasilitas Command Centre ke Taiwan, Seperti Apa?
KP2MI Perkenalkan Fasilitas Command Centre ke Taiwan, Seperti Apa?
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkenalkan fasilitas Command Centre kepada delegasi Kementerian Luar Negeri Taiwan dan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei (TETO) pada Rabu (18/6/2025). Command Centre merupakan fasilitas KP2MI dalam memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia yang tersebar di berbagai negara. Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menjelaskan bahwa Command Centre dilengkapi dengan call centre yang beroperasi 24 jam setiap hari untuk menerima aduan dan pertanyaan dari pekerja migran yang menghadapi masalah di luar negeri, termasuk di Taiwan. “Call center kita siap menerima aduan atau pertanyaan dari pekerja migran yang mengalami masalah di luar negeri, termasuk di Taiwan,” katanya saat pertemuan di Rafless Hotel Jakarta. Selain call centre, pekerja migran juga bisa mengadukan permasalahan mereka melalui WhatsApp dan media sosial kementerian. “Pengaduan inilah yang akan diolah oleh tim di Command Center dan dari pertemuan tadi, ternyata sistem seperti ini belum dimiliki Pemerintah Taiwan dan mereka ingin belajar dari kita,” ungkap Christina. Selain Command Centre, pertemuan Wamen Christina dan Delegasi Taiwan itu juga membahas beberapa isu dan peluang penempatan pekerja migran. Apalagi, lanjut dia, Taiwan masih menjadi salah satu negara yang sangat diminati pekerja migran Indonesia “Kami berbincang soal isu-isu ekonomi dan beberapa isu yang dihadapi pekerja migran Indonesia di Taiwan. Kita juga bicara soal peluang pembukaan sektor-sektor baru untuk pekerja migran Indonesia,” kata eks Legislator Senayan ini. Informasi peluang penempatan pekerja migran di sektor baru selain domestik ini pernah disampaikan Wamen Christina saat menerima delegasi TETO, pertengahan Maret lalu. Ia mengatakan, ada peluang pemenuhan kebutuhan pekerja migran sektor hospitality dan transportasi di Taiwan. Adapun saat ini, mayoritas pekerja migran Indonesia bekerja di sektor pekerja domestik dan caregiver. Angkanya mencapai 115.000 dari total 181.342 pekerja migran Indonesia di Taiwan sejak 2023 hingga Maret 2025. Taiwan juga turut memberikan kontribusi sebesar 30 persen dari total penempatan pekerja migran Indonesia di luar negeri pada tahun berjalan.

Ringkasan AI

**Rangkuman:** KP2MI memperkenalkan fasilitas Command Centre kepada delegasi Taiwan, yang berfungsi memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia melalui call centre 24 jam, WhatsApp, dan media sosial untuk menerima aduan dan pertanyaan. Sistem ini belum dimiliki Taiwan dan mereka tertarik untuk belajar dari Indonesia. Pertemuan tersebut juga membahas peluang penempatan pekerja migran di sektor baru seperti hospitality dan transportasi, mengingat Taiwan menjadi negara tujuan utama dengan 181.342 pekerja migran Indonesia yang mayoritas bekerja sebagai pekerja domestik dan caregiver.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTTImigrasi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTT

Afifah· 01 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.