VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Menaker Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Bangun Keterampilan Digital

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli(Foto: Voiceindonesia.co/Kemnaker)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya lulusan perguruan tinggi untuk menguasai kompetensi digital terintegrasi. Menurutnya, dunia kerja saat ini ternyata mencari posisi seperti analis data (big data analyst) dan pengembang produk (product developer) yang justru tidak memiliki program studi khusus di perguruan tinggi.

Hal ini disampaikan dalam kuliah umum di Institut Agama Islam SEBI (IAI SEBI), Depok, Jawa Barat, Senin (31/8/2026).

"Sekarang dicari big data analyst, dicari product developer. Mana ada program studi product developer atau big data analyst? Karena yang diminta itu core skill dan skill yang terintegrasi," jelasnya.

Yassierli menegaskan lulusan perguruan tinggi perlu membangun kompetensi dan keterampilan digital yang semakin terintegrasi untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah.

"Core skill saja tidak cukup. Jadi tidak hanya ijazah, tidak hanya sertifikat kompetensi, tetapi sekarang trennya adalah integrated skills," ujar Yassierli dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menambahkan dunia kerja membutuhkan kompetensi yang terintegrasi, khususnya dengan keterampilan digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

"Dunia kerja membutuhkan kompetensi yang terintegrasi, khususnya terintegrasi dengan digital skill dan AI," katanya.

Yassierli menjelaskan perubahan teknologi dan kebutuhan industri membuat dunia kerja tidak lagi semata-mata mencari lulusan berdasarkan nama program studi, melainkan berdasarkan kombinasi kompetensi yang mampu mereka tawarkan.

Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan pentingnya mahasiswa membangun kompetensi secara serius sejak masa perkuliahan, tidak hanya lewat pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman dan bukti kompetensi.

"Kalau sekarang mengambil program studi apa, sudah serius di situ. Yakini itu adalah journey yang harus dibangun. Belajar, praktik, magang, mendapatkan sertifikat, dan membangun portofolio," kata Yassierli.

Ia menilai mahasiswa perlu mulai merancang rekam jejak kompetensinya sejak awal perkuliahan, dengan pengalaman belajar, praktik, magang, sertifikasi, dan portofolio yang dibangun selama masa kuliah bisa menjadi bagian dari rekam jejak yang ditawarkan kepada dunia kerja.

"CV itu bukan dibuat, tetapi CV itu dirancang dari kertas kosong. Kita ingin tiga atau empat tahun lagi CV kita isinya apa, itu harus dirancang," ujarnya.

Yassierli berharap perguruan tinggi terus memperkuat pembelajaran yang membekali mahasiswa dengan kompetensi sesuai bidang, sekaligus keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Ringkasan AI

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya lulusan perguruan tinggi untuk menguasai kompetensi digital terintegrasi. Menurutnya, dunia kerja saat ini ternyata mencari posisi seperti analis data ( big data analyst ) dan pengembang produk ( product developer ) yang justru tidak memiliki program studi khusus di perguruan tinggi.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.