VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
Ketenagakerjaan

Menaker Akui Sarjana Sulit Kerja, Ini Penyebabnya

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri ternyata masih menjadi persoalan serius yang belum tuntas diatasi. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli secara terbuka mengakui skill gap antara kemampuan pencari kerja dan tuntutan dunia industri masih terjadi di lapangan, sehingga berbagai upaya peningkatan kualitas lulusan perlu terus diperkuat.

Yassierli menyampaikan hal ini saat menghadiri pembukaan Rapat Tahunan Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (AMLI) 2026 di Jakarta, sembari menegaskan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) perlu terus diperkuat agar lulusan memiliki kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

"Masih terdapat mismatch antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia kerja, termasuk skill gap antara kemampuan yang dimiliki pencari kerja dan kebutuhan industri," ujar Yassierli.

Ia mengungkap Presiden Prabowo Subianto turut menekankan pentingnya penguatan pendidikan STEM sebagai fondasi membangun sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan industri secara berkelanjutan.

Yassierli mengapresiasi komitmen para dekan yang terus membangun koordinasi dan sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan, sebuah langkah yang dinilainya positif untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

"Kolaborasi perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan yang berkualitas akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia," katanya.

Ia menilai lulusan MIPA sebenarnya memiliki peluang luas di berbagai sektor, mengingat penguasaan sains menjadi fondasi penting dalam pengembangan STEM, sehingga kurikulum dinilainya perlu terus dievaluasi agar mampu membekali mahasiswa dengan kemampuan analitis dan pemecahan masalah yang relevan.

"Kompetensi dasar yang kuat merupakan modal penting bagi tenaga kerja Indonesia untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja sekaligus meningkatkan daya saing bangsa," ujarnya.

Ringkasan AI

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengakui masih terjadi kesenjangan kompetensi antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri, sehingga peningkatan kualitas pendidikan perlu diperkuat, khususnya pendekatan STEM. Ia menilai kolaborasi antar perguruan tinggi penting untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Dua WNI Korban TPPO Myanmar Akhirnya Dipulangkan Setelah Viral Tangannya DiborgolPekerja Migran Indonesia

Dua WNI Korban TPPO Myanmar Akhirnya Dipulangkan Setelah Viral Tangannya Diborgol

S Nurafifa· 06 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.