VOICE Indonesia
News

Lewat Safety Training, Kemenhub Perkuat Kesiapan Awak Kapal Hadapi Kondisi Darurat

Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Workshop safety training
Kegiatan Workshop Safety Training(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat kesiapan awak kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dalam menghadapi situasi darurat guna meningkatkan kompetensi, koordinasi, dan budaya keselamatan demi memberikan perlindungan kepada penumpang.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Samsuddin mengatakan keselamatan pelayaran merupakan satu sistem yang tidak dapat dipisahkan. Menurut dia, kapal yang laik harus didukung awak yang kompeten, peralatan yang andal, prosedur yang jelas, serta dukungan manajemen.

“Karena itu, setiap pihak harus memahami tanggung jawabnya dan menjaga kordinasi. Melalui Safety Training ini kita menguji kemampuan seluruh unsur untuk bekerja bersama,” kata Samsuddin dalam Workshop Safety Training yang diselenggarakan PT Pelni di atas KM Bukit Raya pada rute pelayaran Jakarta-Kijang, di Jakarta, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar pada 16-18 September 2026 dengan tema “Kesiapan Awak Kapal dalam Menghadapi Situasi Darurat”. Pelatihan menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi awak kapal sekaligus membangun budaya keselamatan dalam pelayanan angkutan laut.

Melalui pelatihan tersebut, awak kapal dibekali pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab dalam kondisi darurat. Pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara nakhoda, perwira, dan seluruh awak kapal.

Menurut Samsuddin, kesiapan tersebut penting agar tindakan penyelamatan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan tetap mengutamakan keselamatan penumpang.

Ia menjelaskan, keberadaan peralatan dan prosedur keselamatan harus diikuti kemampuan awak kapal dalam menggunakannya secara benar. Setiap awak juga perlu memahami lokasi penugasan, jalur komunikasi, serta tindakan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai daftar tugas keadaan darurat atau muster list.

"Dalam konteks kapal penumpang, kesiapan menghadapi keadaan darurat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menangani sumber bahaya, tetapi juga kemampuan memberikan instruksi yang jelas dan mengarahkan penumpang menuju lokasi aman," tegasnya.

Samsuddin mengatakan perhatian khusus juga perlu diberikan kepada penumpang yang membutuhkan bantuan, seperti anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan penumpang dengan keterbatasan mobilitas.

Dalam keadaan darurat, kata dia, setiap awak kapal harus memahami tindakan yang harus dilakukan, pihak yang harus menerima laporan, serta cara membantu penumpang.

"Karena itu, latihan harus menjadi sarana untuk menguji kesiapan nyata, menemukan kekurangan, dan memastikan perbaikannya ditindaklanjuti,” tambah Samsuddin.

Ia menambahkan, penguatan kesiapan awak kapal membutuhkan keterlibatan berkelanjutan dari manajemen perusahaan dan jajaran kapal. Pelatihan juga perlu disertai evaluasi terhadap pemahaman prosedur, koordinasi personel, kesiapan peralatan, serta berbagai kendala yang ditemukan selama latihan.

Melalui kegiatan tersebut, Kemenhub mendorong penguatan kerja sama antara regulator dan operator dalam membangun budaya keselamatan pelayaran.

“Awak kapal Pelni diharapkan semakin siap menghadapi situasi darurat serta memberikan perlindungan dan pelayanan yang aman bagi seluruh penumpang,” kata Samsuddin.

Workshop tersebut turut dihadiri Komisaris Independen Pelni Sosialisman Hidayat Hasibuan, Direktur SDM dan Umum Pelni Heri Purnomo, serta Kepala DPA QHSSE Capt. Aldrin Dalimunte.

Kehadiran jajaran komisaris dan manajemen Pelni menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan perusahaan dalam pembinaan awak kapal dan peningkatan kesiapan menghadapi keadaan darurat. (af)

Ringkasan AI

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat kesiapan awak kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dalam menghadapi situasi darurat guna meningkatkan kompetensi, koordinasi, dan budaya keselamatan demi memberikan perlindungan kepada penumpang.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Bukan Warga Lokal, Korban TPPO di Kepri Mayoritas dari Daerah LainPekerja Migran Indonesia

Bukan Warga Lokal, Korban TPPO di Kepri Mayoritas dari Daerah Lain

S Nurafifa· 20 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.