VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Persaingan memperebutkan kursi Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Batch 1 ternyata jauh lebih sengit dari perkiraan. Dari 28.455 lowongan yang dibuka penyelenggara, jumlah lamaran yang masuk mencapai lebih dari 547 ribu, menandakan rata-rata puluhan pelamar berebut satu posisi magang yang sama.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat proses ini bermula dari 732.483 pendaftar yang mengajukan minat mengikuti program magang selama enam bulan tersebut, sebelum akhirnya menyusut drastis lewat serangkaian tahap seleksi hingga tersisa 46.160 peserta yang resmi lolos.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkap dari total pendaftar awal, hanya 244.982 orang yang dinyatakan memenuhi syarat, dan dari jumlah itu 226.719 calon peserta benar-benar mengajukan lamaran ke berbagai lowongan yang tersedia.
"Program pemagangan ini merupakan ikhtiar pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk pendidikan profesi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja," ujar Yassierli di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Proses seleksi berlanjut hingga 225.920 pelamar masuk tahap rekrutmen, kemudian tersaring lagi menjadi hanya 48.088 pelamar yang bisa diproses lebih lanjut oleh masing-masing penyelenggara magang.
Dari angka tersebut, 46.402 calon peserta akhirnya diusulkan untuk ditetapkan sebagai peserta resmi, sebelum melewati tahap verifikasi akhir tingkat nasional yang meloloskan 46.160 peserta dan menggugurkan 242 calon peserta lainnya karena tidak memenuhi persyaratan.
Yassierli menegaskan program ini merupakan bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi 2026 yang dirancang memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja lewat pengalaman kerja langsung, bukan sekadar formalitas administratif semata.
Ia menyebut pemagangan harus benar-benar menjadi ruang pembentukan kompetensi dan profesionalisme bagi peserta yang berhasil lolos dari seleksi ketat tersebut.
Sebanyak 3.672 penyelenggara turut ambil bagian dalam batch ini, terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga, yang bersama-sama membuka 28.455 lowongan dengan total 54.304 kuota peserta.
"Capaian ini menunjukkan kuatnya kolaborasi Pemerintah dan dunia usaha dalam membuka ruang pembelajaran kerja yang relevan bagi talenta muda Indonesia. Kepada para peserta, manfaatkan kesempatan ini dengan disiplin, integritas, dan kesungguhan," ujar Yassierli.



























