VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melempar tantangan tak biasa kepada 58 talenta muda asal Bekasi dan Bandung Barat yang tergabung dalam Talent & Innovation Development Program (TIDP), sebuah program pembinaan enam bulan yang dirancang untuk mencetak wirausahawan muda berbasis inovasi, bukan sekadar pencari kerja.
Tantangan itu disampaikan Yassierli di sela program yang telah berjalan selama enam bulan tersebut.
"Saya tantang Anda menjadi pelopor: lulusan yang sudah memiliki perusahaan sendiri bahkan sebelum masa programnya selesai," ujarnya, Jumat (14/8/2026).
Yassierli menegaskan Kementerian Ketenagakerjaan tidak lagi cukup sekadar mencetak angkatan kerja yang siap melamar pekerjaan.
Ia menuntut talenta muda memiliki mental adaptif yang mau terus belajar, memandang masalah sebagai peluang, serta berani menciptakan sesuatu yang baru di tengah gempuran teknologi dan kecerdasan buatan.
"Mereka harus mau terus belajar, melihat masalah sebagai peluang, bekerja sama, dan berani menciptakan sesuatu yang baru," katanya.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Kemnaker tidak berhenti pada program pelatihan semata. Kemnaker turut membangun Talent & Innovation Hub (TIH) sebagai ekosistem yang mempertemukan pengembangan talenta, inovasi, kewirausahaan, dunia usaha, hingga kebijakan ketenagakerjaan dalam satu wadah.
Ekosistem itu dirancang agar proses pembinaan talenta muda tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan berlanjut hingga lahirnya gagasan dan solusi bisnis yang benar-benar memiliki nilai ekonomi. TIDP sendiri merupakan hasil kolaborasi Ditjen Binapenta & PKK bersama BPKK Bekasi, BBPKK Bandung Barat, serta sejumlah mitra industri dan mentor profesional.
Melalui kolaborasi tersebut, generasi muda diharapkan tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan mampu mengubah gagasan menjadi rintisan usaha berbasis inovasi yang pada akhirnya membuka lapangan kerja baru bagi orang lain.



























