VOICEINDONESIA.CO, Makkah – Romo menyebut pembentukan Kementerian Haji dan Umrah sebagai gagasan bersejarah Presiden Prabowo. Untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, urusan haji ditangani lembaga yang fokus dan terintegrasi. Hanya Indonesia dan Arab Saudi yang memiliki kementerian khusus haji di tingkat global.
"Ke depan saya yakin pelaksanaan haji akan semakin baik. Apa yang terjadi pada 2026 menjadi fondasi perbaikan besar berikutnya," ujar Romo dalam keterangan di Makkah, Arab Saudi, Minggu (31/5/2026).
Sejumlah perbaikan nyata terlihat sepanjang haji 2026. Bus Shalawat beroperasi 24 jam, akomodasi lebih tertata, kualitas konsumsi dinilai stabil, serta kerja sama dengan Saudi German Hospital mempercepat penanganan jamaah. Di puncak haji, tenda di Arafah dan Mina sudah dilengkapi pendingin udara, dan 18 unit mobil buggy disiapkan untuk jemaah lansia dan yang kelelahan.
Pengetatan istitha'ah atau kelayakan kesehatan juga menjadi terobosan penting. Sebanyak 345 calon haji batal berangkat demi keselamatan, sebuah kebijakan yang dinilai Romo sebagai langkah berani namun tepat.
Romo turut mengapresiasi kepemimpinan Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak yang dinilai hadir langsung di lapangan dan responsif terhadap kebutuhan jemaah.
"Keduanya menunjukkan energi luar biasa dan kehadiran langsung di lapangan, ini menjadi modal penting untuk peningkatan layanan haji Indonesia ke depan," ujar Romo Syafi'i.



























