VOICE Indonesia
Nasional

Iklan Rokok Masih Merajalela, Belum Ada Satupun Kota/Kabupaten Layak Anak

Afifah - VOICEIndonesia.co1 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Iklan Rokok Masih Merajalela, Belum Ada Satupun Kota/Kabupaten Layak Anak
Iklan Rokok Masih Merajalela, Belum Ada Satupun Kota/Kabupaten Layak Anak
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengungkapkan hingga saat ini belum ada satu pun kabupaten atau kota di Indonesia yang memenuhi indikator bebas dari iklan rokok.Ko Padahal, bebas iklan rokok menjadi salah satu syarat utama penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). “Sampai saat ini belum ada kabupaten/kota yang bisa memenuhi indikator itu,” kata Arifah dalam konferensi pers Malam Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2025 di Jakarta, Jumat (8/8/2025). Baca Juga: Budaya Kerja Transformatif Dinilai Jadi Pondasi Hubungan Industrial Yang Sehat Menurut Arifah, indikator KLA yang terkait dengan rokok meliputi larangan iklan, promosi, dan sponsor rokok, serta penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Ketentuan tersebut bertujuan melindungi anak dari paparan rokok dan dampaknya, sekaligus memastikan pemenuhan hak anak. Baca Juga: Hilirisasi Komoditas Kelapa Sawit Dinilai Beri Nilai Tambah Bagi Ekonomi Riau  Acara penganugerahan KLA tahun ini diikuti 464 kabupaten/kota, dengan 355 di antaranya lolos verifikasi untuk meraih kategori penghargaan. Penilaian KLA dilakukan melalui proses panjang selama sekitar 1,5 tahun, mulai dari evaluasi mandiri oleh daerah, penilaian provinsi, hingga verifikasi administrasi dan lapangan oleh KemenPPPA bersama kementerian/lembaga terkait.  

Ringkasan AI

# Rangkuman Berita Menteri PPPA Arifah Fauzi mengungkapkan bahwa belum ada satu pun kabupaten atau kota di Indonesia yang memenuhi indikator bebas iklan rokok, padahal ini menjadi syarat utama penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Indikator KLA terkait rokok mencakup larangan iklan, promosi, dan sponsor rokok serta penerapan Kawasan Tanpa Rokok untuk melindungi anak dari paparan rokok. Penganugerahan KLA tahun ini melibatkan 464 kabupaten/kota dengan 355 di antaranya lolos verifikasi, melalui proses penilaian selama 1,5 tahun yang melibatkan berbagai kementerian.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.