VOICEINDONESIA.CO, Tanjungpandan - Dua dari 12 warga Kabupaten Belitung yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar memilih tinggal sementara di Malaysia. Mereka telah membuat pernyataan untuk tidak pulang ke Indonesia dan memilih berada di Malaysia.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja Belitung Erwan Junandi mengungkapkan sebanyak 10 dari 12 orang korban TPPO asal Belitung telah berhasil dipulangkan dari Myanmar dalam keadaan selamat. Pemulangan dilakukan secara bergelombang atau bertahap.
Pada Kamis (26/2/2026), dua orang korban TPPO asal Belitung tiba di Bandara H. AS Hanandjoeddin dalam keadaan selamat. Mereka dijemput langsung oleh pihak Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja Belitung.
"Mereka telah membuat pernyataan untuk sementara tidak pulang ke Indonesia dan memilih berada di Malaysia," ujar Erwan di Tanjungpandan, Kamis.
Erwan menjelaskan kondisi 10 orang korban TPPO yang berhasil dipulangkan dalam keadaan baik dan sehat. Mereka tidak kekurangan apapun sehingga kini bisa berkumpul kembali dengan keluarga tercinta di rumah.
Keberhasilan pemulangan mereka tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak mulai dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Belitung, Kejaksaan Negeri Belitung, Imigrasi Tanjungpandan, beserta pihak terkait lainnya. KBRI yang ada di Myanmar juga telah membantu pemulangan mereka.
Baca Juga : Masyarakat Diminta Tidak Tergiur Jadi Tentara Bayaran di Rusia
"Alhamdulillah, sebanyak 10 orang korban TPPO asal Belitung seluruhnya berhasil dipulangkan dari Myanmar dalam keadaan selamat," katanya.
Pihaknya terus memberikan pendampingan dan pelatihan kepada 10 orang korban TPPO tersebut sehingga nantinya mereka siap untuk kembali ke dunia kerja. Bahkan ada satu orang korban TPPO yang sudah berhasil disalurkan ke dunia kerja.
"Tadi ada dua sudah tiba di Belitung dan kami jemput di bandara," tambahnya.
Erwan menegaskan pihaknya akan terus memberikan pendampingan agar para korban TPPO bisa siap kembali ke dunia kerja yang resmi. Kondisi mereka seluruhnya baik-baik saja dan sehat sehingga sudah bisa berkumpul bersama keluarga. (Sin/Ri)
Pilihan Redaksi : Menakar Urgensi Transformasi Total KemenP2MI demi Perlindungan Paripurna
Baca Berita Lainnya di Google News