VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Hotline pengaduan penyelenggaraan haji dan umrah yang dibuka Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menerima lebih dari 13 ribu laporan masyarakat, mayoritas terkait penyelenggaraan ibadah umrah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan layanan pengaduan itu dibuka sebagai bagian dari komitmen membongkar praktik mafia haji dan umrah.
"Hari ini kami meneguhkan komitmen untuk membongkar semua praktek-praktek mafia haji dan umrah dan memberikan ruang yang sangat luas kepada publik untuk melakukan pengaduan supaya datanya datang dari publik," ujar Dahnil pada Senin (14/9/2026).
Dahnil menyebut perputaran uang dalam penyelenggaraan haji dan umrah bisa mencapai Rp120 triliun, sehingga besarnya angka itu membuat Kemenhaj berupaya memastikan penyelenggaraan kedua ibadah tersebut bersih dari praktik yang merugikan jamaah.
Ia menjelaskan masyarakat dapat menghubungi layanan aduan melalui nomor 08118885888, atau mendatangi lokasi pengaduan khusus di sejumlah bandara keberangkatan jamaah, seperti Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Juanda Surabaya.
"Masyarakat juga bisa mengadu dengan mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah yang ada di wilayahnya," tambahnya.
Sejak hotline itu diumumkan, Dahnil menyebut sudah ada sekitar 13 ribu pengaduan yang masuk, dan sebagian di antaranya telah ditangani serta diverifikasi. Ia menyebut mayoritas laporan berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah umrah.
"Oleh sebab itu melalui hotline itu menunjukkan komitmen kami untuk memastikan haji dan umrah harus berlaku bersih dan praktiknya harus suci," pungkas Dahnil.



























