VOICEINDONESIA.CO, Pandegelang – Memasuki hari ketujuh operasi SAR, Tim SAR Gabungan kembali memperluas pencarian delapan orang yang hilang setelah speed boat yang mereka tumpangi kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pencarian pada Senin (14/9) melibatkan unsur laut, udara, dan darat dengan membagi wilayah operasi menjadi tujuh sektor.
“Memasuki hari ketujuh, kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencari dan menemukan delapan korban yang masih hilang,” ujar Al Amrad.
Pencarian melalui jalur laut mengerahkan sejumlah kapal SAR dan patroli, di antaranya KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Leuser, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, KAL Anyer, KP Sanjaya, serta sejumlah RIB dan kapal patroli lainnya.
Dari udara, operasi didukung helikopter HR 3604 dan dua drone thermal Basarnas. Sementara unsur darat melibatkan personel Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya.
Delapan orang yang masih dalam pencarian yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis (43), jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; dan Donal (51), pekerja lepas.
Operasi pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di Selat Sunda. Cuaca dilaporkan berawan, dengan angin dari arah tenggara berkecepatan 10–20 knot dan tinggi gelombang 0,5 hingga 2,5 meter.
Al Amrad meminta seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan selama pencarian. Tim SAR Gabungan juga mengharapkan dukungan dan doa masyarakat agar delapan korban segera ditemukan. (rnm)



























