VOICE Indonesia
News

Gunung Sinabung Siaga, Kementerian PU Cek Kesiapan Infrastruktur Pengendali Lahar

Abdulloh Hilmi - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
1001439783
Sabo Dam di kawasan sungai Gunung Sinabung.(Foto: Dok. Biro Kompu Kementerian PU)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang kini berada pada Level III atau Siaga, mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat kesiapsiagaan infrastruktur untuk menghadapi potensi bencana lahar dingin. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan kondisi dan fungsi Sabo Dam di kawasan Gunung Sinabung tetap optimal.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya Kementerian PU menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah.

“Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan berjalan cepat,” kata Menteri Dody.

Pemeriksaan Sabo Dam di Kawasan Gunung Sinabung dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan untuk memastikan kondisi seluruh infrastruktur pengendali sedimen dan materian lahar tersebut tetap berfungsi dalam mendukung upaya mengurangi risiko terhadap masyarakat dan infrastruktur di wilayah hilir.

Pasalnya, material vulkanik yang mengendap di kawasan Gunung Sinabung dapat terbawa aliran air dan berpotensi menjadi aliran debris atau banjir lahar dingin ketika hujan turun. Material berupa pasir, kerikil hingga batu berukuran besar yang berpotensi mengganggu alur sungai dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur di sepanjang aliran sungai.

Pembangunan infrastruktur Sabo Dam ini dilaksanakan sejak tahun 2016 dan rampung pada 2019. Secara keseluruhan terdapat 28 bangunan Sabo Dam yang berada di empat aliran sungai yang berada di Kawasan Gunung Sinabung, yakni Sungai Lau Borus, Lau Perita, Lau Perbaji, dan Lau Bekerah.

Keberadaan Sabo Dam memiliki peran strategis dalam mengendalikan material vulkanik sebelum mencapai kawasan hilir. Bangunan tersebut dirancang untuk mengendalikan arah aliran, menahan sekaligus menampung material sedimen yang terbawa aliran sungai.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Kementerian PU untuk memastikan infrastruktur tetap siap menghadapi kondisi darurat. Ketika bencana terjadi, kecepatan respons dan terjaganya akses masyarakat menjadi prioritas utama.

Ringkasan AI

Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang kini berada pada Level III atau Siaga, mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat kesiapsiagaan infrastruktur untuk menghadapi potensi bencana lahar dingin. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan kondisi dan fungsi Sabo Dam di kawasan Gunung Sinabung tetap optimal.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Diduga Langgar Izin Tinggal, Paspor 55 WNA China DitahanImigrasi

Diduga Langgar Izin Tinggal, Paspor 55 WNA China Ditahan

S Nurafifa· 06 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.