VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali berencana melatih pilot helikopter dari Pusat Penerbang Angkatan Laut (Puspenerbal) untuk menjalankan operasi water bombing atau pemadaman kebakaran dari udara.
Langkah ini disiapkan agar helikopter TNI AL dapat membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kita melatih penerbang heli kita untuk membawa water bucket juga. Jadi bukan hanya heli-heli Angkatan Udara, tapi heli-heli Angkatan Laut juga bisa membantu (padamkan karhutla)," kata Ali saat jumpa pers di atas KRI Sriwijaya-100 yang bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (28/10/2026).
Ali mengatakan, keterlibatan TNI AL diperlukan untuk mendukung pemadaman agar penanganan titik api di sejumlah lokasi dapat berjalan lebih maksimal.
Menurut dia, TNI AL memiliki sejumlah helikopter yang dinilai memadai untuk mendukung operasi water bombing maupun pemantauan titik api dari udara.
Selain menyiapkan helikopter, Ali juga membuka kemungkinan mengerahkan KRI Sriwijaya-100 untuk mendukung operasi penanganan karhutla.
Kapal tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pangkalan helikopter yang lebih dekat dengan lokasi kebakaran.
"Jadi helikopter bisa dari sini (KRI Sriwijaya-100), bisa dari pangkalan bisa. Nanti kita lihat mana yang lebih efisien dan efektif," terang Ali. (af)























