VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
News

Menaker Dorong Kolaborasi Kampus dan Industri Tekan Angka Mismatch Lulusan

Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Sekitar 33,5 persen lulusan perguruan tinggi di Indonesia saat ini masih bekerja tidak sesuai dengan bidang ilmunya.

Kondisi mismatch atau ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja tersebut menjadi PR bersama yang mendesak untuk diselesaikan melalui kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan dunia industri.

“Ada mismatch yang menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama. Perguruan tinggi menghasilkan lulusan, namun seringkali tidak nyambung dengan kebutuhan industri. Inilah mengapa kampus harus selalu dekat dengan industri,” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/8/2026).

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Menaker menilai transformasi pendidikan tinggi perlu segera dilakukan agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja.

Langkah konkret yang diperlukan meliputi kepemilikan kompetensi terukur melalui sertifikasi di samping ijazah akademik, serta pembekalan kemampuan soft skills seperti komunikasi, kolaborasi, empati, dan berpikir kritis yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan artifisial (AI).

Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk memiliki konsep M-Shaped, yakni kombinasi beberapa kompetensi spesifik yang didukung oleh satu kompetensi umum agar lebih adaptif menghadapi dinamika dunia kerja.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperluas Program Magang Nasional (MagangHub).

Pada tahun 2026, program ini ditargetkan mampu menjangkau 150.000 peserta atau meningkat 50.000 peserta dibanding tahun sebelumnya.

Melalui program ini, peserta mendapatkan uang saku setara upah minimum selama enam bulan serta pengalaman kerja langsung di industri.

“Program Magang Nasional ini adalah investasi besar dan bukti keseriusan pemerintah untuk memperkecil kesenjangan kompetensi antara lulusan dengan kebutuhan dunia industri,” kata Menaker.

Di tengah pergerakan dunia yang sangat cepat di mana sebanyak 39 persen keahlian diprediksi akan berubah dalam enam tahun ke depan mahasiswa juga diminta untuk menanamkan tiga pola pikir utama, yaitu Growth Mindset untuk terus belajar, Future Mindset agar adaptif terhadap zaman, serta Innovation Mindset untuk melahirkan gagasan baru.

“Dunia bergerak cepat. Sebanyak 39 persen keahlian akan berubah dalam enam tahun ke depan. Mahasiswa tidak boleh berhenti belajar hanya di dalam kelas,” pungkas Yassierli. (af)

Ringkasan AI

Sekitar 33,5 persen lulusan perguruan tinggi Indonesia bekerja di luar bidang ilmu mereka, sehingga Menaker mendorong kolaborasi erat antara kampus dan industri untuk mengatasi mismatch tersebut. Transformasi pendidikan tinggi dan program Magang Nasional diperluas agar lulusan lebih siap kerja dengan kompetensi terukur dan soft skills yang adaptif.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Dua WNI Korban TPPO Myanmar Akhirnya Dipulangkan Setelah Viral Tangannya DiborgolPekerja Migran Indonesia

Dua WNI Korban TPPO Myanmar Akhirnya Dipulangkan Setelah Viral Tangannya Diborgol

S Nurafifa· 06 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.