VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania meminta pemerintah memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jamaah yang sedang menjalankan ibadah umrah, menyusul adanya serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi.
Dini meminta KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah terus memperkuat koordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta memastikan perkembangan situasi keamanan dapat dipantau secara berkala.
Menurut dia, informasi mengenai kondisi keamanan dan arahan bagi jamaah juga perlu disampaikan secara cepat melalui saluran resmi.
"Informasi dan arahan kepada jamaah juga harus disampaikan secara cepat dan jelas melalui saluran resmi," kata Dini dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Arab Saudi sebelumnya mengeluarkan peringatan darurat pada Selasa (15/9) terkait "potensi bahaya" di Jeddah, Mekkah, dan Taif di tengah meningkatnya bentrokan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.
Dini mengimbau jamaah umrah untuk tidak panik dan tetap waspada. Ia meminta WNI mengikuti instruksi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun perwakilan Republik Indonesia serta mengutamakan informasi dari sumber resmi.
"Dengan tetap tenang dan mengikuti arahan yang ada, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa mengabaikan aspek keselamatan," ujarnya.
Sebelumnya, Liga Arab mengecam serangan kelompok Houthi dari Yaman yang menargetkan wilayah Taif, Arab Saudi, menggunakan pesawat nirawak atau drone pada Sabtu.
Organisasi regional tersebut juga menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada keluarga korban, pemerintah, serta masyarakat Arab Saudi. Liga Arab turut mendoakan kesembuhan bagi korban yang mengalami luka.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui perwakilan Indonesia di Arab Saudi juga telah memberikan peringatan dan imbauan kepada WNI yang berada di negara tersebut, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI). (af)



























