VOICE Indonesia
News

Perusahaan China Serbu Indonesia Rebutan Market Industri Migas

Redaksi - VOICEIndonesia.co3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Perusahaan China Serbu Indonesia Rebutan Market Industri Migas
Perusahaan China Serbu Indonesia Rebutan Market Industri Migas

VOICEINDONESIA.CO, Tangerang - Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2025 jadi ajang bagi perusahaan dunia berkolaborasi dengan kontraktor migas yang tengah beroperasi di tanah air. Sebagai ajang terbesar di kawasan Asia Tenggara, IPA Convex jadi tujuan tempat promosi di industri migas.

Perusahaan-perusahaan asal China mengambil kesempatan emas untuk ambil bagian dalam roda bisnis industri migas tanah air melalui IPA Convex tahun ini.

Patrick Lau, Marketing Support Dept. Manager of Chonnqing Chuanyi Automation Co., Ltd., menilai Indonesia sebagai pasar besar yang potensial di kawasan Asia.

"Produk yang kami bawa ke sini adalah smart instrumentation, flowmeter, transmitter, temperature transmitter, vortex, coriolis," kata Patrick disela IPA Convex 2025 di ICE BSD, Kamis (22/5/2025).

Menurutnya Indonesia sebagai pasar potensial di kawasan regional Asia Tenggara dengan berkembangnya pembangunan infrastruktur di sektor energi. "Kita bisa melihat potensi pasar Indonesia yang sangat besar. Bukan hanya metalurgi saja, tapi ke depannya, mungkin lima tahun ke depan, kilang minyak, petrokimia, potensinya sangat besar. Akan banyak proyek atau pembangunan yang terkait dengan industri tersebut," jelas Patrick.

Program swasembada energi yang dicanangkan oleh pemerintah memang membuat berbagai proyek di sektor energi khususnya minyak dan gas bumi makin menggeliat, termasuk infrastruktur penunjangnya. Ini tentu membutuhkan ketersediaan berbagai peralatan, komponen penunjang.

Jerry Zhao, International Marketing Director of Yantai Pipe Industrial Co., Ltd., mengungkapkan salah satu komponen yang dibutuhkan dalam program peningkatan produksi migas di Indonesia adalah ketersediaan pipa baja.

Perusahaan kata Jerry memutuskan jadikan Indonesia salah satu tujuan utama memasarkan produknya. Menururt dia Indonesia cocok dijadikan pasar utama produk pipa baja karena banyak perusahaan migas beroperasi.

"Sejauh ini kami sudah memasarkan produk ke 150 perusahaan Indonesia termasuk Pertamina. Kami ingin mengeksplor peluang perusahaan lokal lainnya. Pasarnya besar banyak perusahaan migas ada EPC juga ini market yang sangat bagus," ujar Jerry.

Sementara itu, Cato, Foreign Trade Director of Gallianz (Anhui) New Materials Co.,Ltd., menuturkan pengalaman Gallianz cukup banyak karena sudah memasarkan produknya di India serta eropa bagian timur sehingga siap untuk bersaing dan masuk ke pasar Indonesia.

"Biasanya kami bersaing dengan perusahaan dari Eropa. produk kami harganya sangat kompetitif bisa lebih murah 30% dari pesaing kami. Tapi tetap kami perhatikan kualitas produk," jelas Cato.

Kevin Jiang, Marketing Support Dept. Manager Tianjin Victory Oilfield Equipment Manufacturing Co., Ltd., menyatakan perusahannya menyediakan teknologi electrical submersible pumping (ESP) systems untuk industri migas dan pengelolaan air.

"Kami paling kompetitif kami bisa suplai semua part yang dibutuhkan. jika terjadi kerusakan atau bermasalah tidak perlu baru kami bisa lakukan perbaikan," ujar dia.

Tianjin kata Kevin memiliki keunggulan berupa harga yang kompetitif dibandingkan dengan perusahaan sejenis. "Harga kami bisa 25% lebih murah," kata Kevin.

Ringkasan AI

**Rangkuman Berita:** Perusahaan-perusahaan China memanfaatkan Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2025 di Tangerang untuk memasuki pasar industri migas Indonesia yang dinilai sangat potensial. Mereka menawarkan berbagai produk seperti smart instrumentation, pipa baja, dan teknologi electrical submersible pumping systems dengan harga yang kompetitif. Program swasembada energi pemerintah dan berkembangnya infrastruktur sektor energi membuka peluang besar bagi perusahaan China untuk berkolaborasi dengan kontraktor migas dan perusahaan lokal seperti Pertamina.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTTImigrasi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTT

Afifah· 01 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.