VOICE Indonesia
Pekerja Migran Indonesia

Resmi Dibuka, Program SMK Go Global Bidik 500 Ribu Calon Pekerja Migran

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi5 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Mukhtarudin
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Mukhtarudin(Foto: Voiceindonesia.co/Humas KP2MI)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Ambisi besar pemerintah menembus pasar kerja internasional lewat program Asta Mandala SMK Go Global akhirnya memasuki tahap pelaksanaan. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka pendaftaran tahap pertama Pelatihan Peningkatan Kapasitas Program SMK Go Global mulai Rabu, 12 Agustus hingga Minggu, 16 Agustus 2026, jendela waktu yang terbilang singkat untuk target 500.000 calon pekerja migran Indonesia (CPMI).

Menteri P2MI Mukhtarudin mengungkap target tersebut terdiri atas 300.000 lulusan SMK dan 200.000 peserta dari masyarakat umum, sebuah angka yang menurutnya bukan sekadar kuota, melainkan bagian dari strategi besar membangun ekosistem penyiapan tenaga kerja yang terhubung langsung dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri.

"Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan talenta-talenta muda Indonesia agar memiliki kompetensi, keterampilan, dan kesiapan yang dibutuhkan oleh pasar kerja global," ujar Mukhtarudin di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Ia menyebut program ini merupakan implementasi langsung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja internasional secara lebih terstruktur.

Asta Mandala SMK Go Global sendiri dirancang dengan pendekatan berbasis kebutuhan pasar kerja, sehingga peserta tidak hanya dibekali pelatihan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa, pemahaman budaya, disiplin kerja, hingga pengetahuan mengenai hak dan kewajiban sebagai pekerja migran.

"Pelatihan tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan peserta untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di negara tujuan," kata Mukhtarudin.

Program ini mencakup delapan bidang prioritas, mulai dari kesehatan, hospitality, manufaktur, transportasi, konstruksi, agrikultur, sea based atau ABK, hingga pelatihan bahasa asing yang meliputi Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, dan Korea.

Di sektor kesehatan, kompetensi yang disiapkan meliputi caregiver, caretaker, elderly caretaker, dan nursing home, sementara sektor hospitality mencakup spa therapist, housekeeping, cleaner, waiter, barista, dan cook.

Sektor manufaktur menyediakan kompetensi welder, molding, dan operation production, sedangkan bidang transportasi mencakup driver, bus driver, dan truck driver. Sektor konstruksi berfokus pada construction worker, sementara agrikultur mencakup plantation worker sawit, peternakan, aquaculture, kehutanan, dan farming, ditambah fisherman dan ABK niaga untuk sektor sea based.

Pemetaan kebutuhan berdasarkan sektor dan negara tujuan pun sudah dirampungkan pemerintah. Sektor hospitality menjadi kontributor terbesar dengan target penempatan 14.140 orang ke sejumlah negara seperti Turki, Malaysia, Maladewa, Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga kawasan Eropa Timur.

Sektor kesehatan menyusul dengan target 12.780 orang ke Jepang, Belanda, Singapura, Taiwan, dan Jerman.

"Sektor lain turut berkontribusi, yakni manufaktur sebanyak 6.400 orang ke Korea Selatan, Qatar, dan Taiwan; agrikultur sebanyak 4.300 orang ke Malaysia, Taiwan, dan Jepang; pelatihan bahasa sebanyak 1.700 orang; konstruksi sebanyak 400 orang; sea based sebanyak 220 orang; serta transportasi sebanyak 60 orang," beber Mukhtarudin.

Ia menegaskan pemetaan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan riil pasar kerja luar negeri, agar peserta yang mengikuti pelatihan benar-benar memiliki kompetensi yang relevan dengan permintaan tenaga kerja di negara tujuan masing-masing.

"Kompetensi yang kuat akan meningkatkan daya saing sekaligus membuka peluang bagi Pekerja Migran Indonesia untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik," tuturnya.

Mukhtarudin menekankan paradigma penempatan pekerja migran ke depan tidak lagi berhenti pada sekadar keberangkatan ke luar negeri, melainkan harus memastikan setiap calon pekerja memiliki kompetensi, kesiapan, perlindungan, serta akses terhadap pekerjaan yang layak sejak tahap persiapan.

"Peningkatan kapasitas menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan calon Pekerja Migran Indonesia tidak hanya dapat bekerja di luar negeri, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar dan kebutuhan negara tujuan," ujarnya.

Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah pola penempatan pekerja migran dari sekadar job seeker menjadi tenaga kerja yang memiliki keahlian dan nilai kompetitif di pasar global, bukan sekadar mengandalkan jumlah pengiriman semata.

Calon peserta dapat memperoleh informasi lengkap soal persyaratan, jenis pelatihan, jadwal, dan mekanisme pendaftaran lewat kanal resmi KP2MI maupun 23 Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sejumlah syarat administratif wajib dipenuhi, mulai dari usia minimal 18 tahun, fotokopi Kartu Keluarga, KTP, kartu Jaminan Kesehatan Nasional, surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan terdekat, hingga surat izin dari orang tua, wali, suami, atau istri.

Peserta juga wajib melengkapi surat pernyataan kesanggupan mengikuti program peningkatan kapasitas, surat pernyataan minat bekerja ke luar negeri, fotokopi ijazah pendidikan terakhir, serta dokumen keterampilan teknis, bahasa, atau pengalaman di bidang pekerjaan yang dipilih, meski dokumen keterampilan ini sifatnya diutamakan dan tidak wajib.

Peserta juga diharapkan sudah memiliki kartu kuning atau AK-1, surat keterangan pencari kerja dari dinas ketenagakerjaan setempat, sebagai bagian dari kelengkapan administrasi pendaftaran.

Di tengah antusiasme yang diperkirakan tinggi, Mukhtarudin mewanti-wanti masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi pendaftaran dari sumber yang tidak resmi, mengingat program berskala besar semacam ini rawan dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.

"Untuk masyarakat yang berminat, silakan mengikuti informasi resmi yang disampaikan KP2MI maupun BP3MI. Jangan menggunakan informasi dari sumber yang tidak resmi. Kami ingin seluruh proses pendaftaran berlangsung secara transparan, mudah diakses, dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan," imbuh Mukhtarudin.

Ia berharap Asta Mandala SMK Go Global menjadi bagian penting dari transformasi sumber daya manusia Indonesia menuju pasar kerja global, membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda memperoleh pekerjaan di luar negeri lewat jalur resmi dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan negara tujuan.

"Dengan peningkatan kapasitas sejak tahap persiapan, pemerintah berharap semakin banyak calon Pekerja Migran yang dapat bekerja melalui prosedur yang resmi, memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja, serta mampu meningkatkan kesejahteraan dirinya dan keluarganya," pungkas Mukhtarudin.

Ringkasan AI

Pemerintah meluncurkan program SMK Go Global dengan target 500 ribu calon pekerja migran yang dibekali keterampilan teknis, bahasa, dan kesiapan budaya sesuai kebutuhan pasar kerja internasional. Program ini mencakup delapan bidang prioritas seperti kesehatan, hospitality, dan manufaktur, serta disiapkan berdasarkan pemetaan kebutuhan riil negara tujuan.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Integrasi Data Real Time Perkuat Layanan ImigrasiEditorial

Integrasi Data Real Time Perkuat Layanan Imigrasi

VOICE Indonesia· 11 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.