VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
Pekerja Migran Indonesia

RI dan Albania Teken MoU Perkuat Pelindungan PMI

Afifah - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi
VOICE Indonesia di Google
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin
Menteri P2MI Mukhtarudin dan Menteri Ekonomi dan Inovasi Republik Albania Delina Ibrahimaj(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin dan Menteri Ekonomi dan Inovasi Republik Albania, Delina Ibrahimaj secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama penempatan dan pelindungan pekerja migran di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, pada Kamis (30/7/2026).

Penandatanganan kesepakatan bilateral ini menjadi langkah strategis untuk menjamin kepastian hukum serta keselamatan pekerja migran Indonesia (PMI) yang dialokasikan khusus bagi sektor pekerja terampil (skilled workers) di negara Eropa Tenggara tersebut.

Menteri Mukhtarudin menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan instruksi langsung dan tindak lanjut konkret dari kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Albania sebelumnya.

"Pertemuan hari ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya Bapak Presiden Prabowo Subianto ke Albania. Hari ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Indonesia dan Republik Albania dalam rangka memperkuat sinergi hubungan ketenagakerjaan, khususnya memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia yang nantinya ditempatkan di Albania," ujar Mukhtarudin.

Mukhtarudin mengapresiasi tinggi kedatangan delegasi Albania ke Jakarta sebagai dorongan moral untuk mempererat persahabatan kedua negara di atas prinsip saling menghormati dan menguntungkan.

“Kami mengucapkan selamat datang dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yang Mulia Menteri Ekonomi dan Inovasi Republik Albania beserta seluruh delegasi. Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Albania dalam memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia, khususnya melalui pengembangan kerja sama di bidang penempatan dan pelindungan pekerja migran," beber Mukhtarudin.

Langkah diplomasi ketenagakerjaan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memprioritaskan pelindungan menyeluruh bagi pekerja migran di sepanjang rantai penempatan, sekaligus menggeser paradigma pengiriman tenaga kerja dari sektor berkeahlian rendah (low-skill) menuju kategori berkeahlian menengah hingga tinggi (medium-high skilled workers).

“Albania merupakan salah satu negara yang nantinya menjadi tujuan penempatan pekerja migran Indonesia dengan kategori skilled workers, baik pada sektor formal maupun tenaga profesional," tandas Mukhtarudin.

Data SISKOP2MI mencatat sepanjang Januari 2025 hingga 29 Juli 2026, kementerian telah memfasilitasi 142 layanan penempatan PMI ke Albania.

Mukhtarudin menekankan bahwa penyusunan MoU dengan prinsip kehati-hatian (prudential approach) ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan petunjuk teknis operasional (implementing instrument) guna memastikan pengawasan ketat sejak rekrutmen hingga penyelesaian sengketa di negara tujuan.

Indonesia menyatakan kesiapannya untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja Albania pada empat sektor prioritas, yakni hospitality, kesehatan, manufaktur, dan konstruksi.

“Kami meyakini keberhasilan pada sektor-sektor prioritas tersebut akan menjadi fondasi yang kuat untuk memperluas kerja sama pada sektor potensial lainnya di masa mendatang," kata Mukhtarudin.

"Kami berharap Memorandum of Understanding beserta implementing instrument yang akan disusun nantinya menjadi landasan yang kokoh bagi kerja sama yang berkelanjutan, memberikan manfaat nyata bagi kedua negara, serta semakin mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Albania," pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Ekonomi dan Inovasi Albania Delina Ibrahimaj menegaskan bahwa kedatangan delegasinya merupakan kunjungan resmi tingkat menteri pertama dari Albania sejak dibukanya Kedutaan Besar Albania di Jakarta.

Momentum bersejarah ini membuktikan adanya komitmen politik yang kuat dari kedua belah pihak untuk memperluas hubungan diplomatik dan ekonomi.

“Kami hadir di Jakarta untuk kunjungan resmi tingkat pertama dari Albania ke Indonesia. Ini juga merupakan kunjungan tingkat tinggi pertama oleh seorang Menteri Albania setelah pembukaan Kedutaan Besar Albania di Jakarta," ujar Delina.

Delina menyampaikan penghargaan atas koordinasi dan efisiensi birokrasi Kementerian P2MI dalam merampungkan dokumen kesepakatan tersebut.

“Pertama, izinkan saya mengucapkan terima kasih atas keramahan dan kerja sama luar biasa yang telah diberikan oleh Kementerian Bapak selama persiapan MoU hari ini. Kerja sama ini sebenarnya telah dimulai beberapa tahun lalu dan hari ini menjadi finalisasi dari proses yang telah kita bangun bersama," tutur Delina.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan ini merefleksikan kerja sama politik jangka panjang, "Kami tidak hanya mencerminkan efisiensi, tetapi juga keinginan untuk bekerja sama dan komitmen politik untuk terus melangkah lebih maju demi hubungan yang semakin baik antara Albania dan Indonesia."

Albania menilai Indonesia sebagai salah satu mitra paling vital di kawasan Asia Tenggara dan optimistis kemitraan akan kian solid di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Kami percaya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, hubungan kedua negara akan terus berkembang. Pertemuan di Tirana pada tahun 2024 menjadi momentum penting, dan hari ini merupakan kelanjutan nyata dari komitmen tersebut," jelas Delina.

Pihaknya mengagumi reputasi pekerja migran Indonesia yang dikenal profesional serta memiliki kualifikasi tinggi di mata internasional.

Delina memaparkan bahwa Albania menawarkan peluang besar di sektor kesehatan, logistik, dan pertanian yang didukung pertumbuhan ekonomi dan akses strategis menuju Uni Eropa.

“Albania memang negara kecil, tetapi kami memiliki ekonomi yang terus bertumbuh. Letak kami yang strategis di Eropa serta proses bergabung dengan Uni Eropa akan menjadi nilai tambah, tidak hanya bagi Albania tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi Indonesia," pungkas Delina Ibrahimaj.

Ringkasan AI

Indonesia dan Albania menandatangani MoU untuk memperkuat kerja sama penempatan dan pelindungan pekerja migran terampil Indonesia di Albania. Kesepakatan ini menjadi tindak lanjut kunjungan Presiden Prabowo dan fokus pada sektor hospitality, kesehatan, manufaktur, serta konstruksi dengan pengawasan ketat sepanjang proses penempatan.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Catatan 646 Hari Prabowo: Deposito 1,5 Miliar Diabaikan, Jalur Gelap Dipelihara, Ini Fakta yang Harus DiketahuiEditorial

Catatan 646 Hari Prabowo: Deposito 1,5 Miliar Diabaikan, Jalur Gelap Dipelihara, Ini Fakta yang Harus Diketahui

VOICE Indonesia· 28 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.