VOICE Indonesia
Pekerja Migran Indonesia

Indonesia Siapkan Perawat Bersertifikasi Global

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Dalam foto tampak seorang pejabat mengenakan kemeja putih sedang berbicara sambil menggerakkan kedua tangannya, duduk di kursi berwarna krem di ruang pertemuan resmi. Di latar belakang terpasang dua foto besar Presiden Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, diapit oleh bendera Merah Putih dan rangkaian bunga anggrek putih.
Menteri P2MI Mukhtarudin memberikan sambutan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) beserta tiga institusi pendidikan lainnya, di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis (10/9/2026).(Foto: Voiceindonesia.co/Humas KP2MI)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pemerintah menggandeng Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) untuk menyiapkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor keperawatan yang mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar kerja kesehatan global, lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dengan AIPNI beserta tiga institusi pendidikan lain di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Ketua Umum AIPNI Agus Setiawan menegaskan institusinya siap mendukung penguatan kualitas tenaga keperawatan Indonesia yang ingin berkarier di luar negeri.

"Kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan perawat Indonesia agar memiliki kompetensi, kemampuan bahasa, serta pemahaman terhadap standar dan budaya kerja internasional," ujar Agus.

Ruang lingkup kerja sama dengan AIPNI mencakup sosialisasi dan edukasi mengenai peluang kerja luar negeri serta migrasi aman bagi calon tenaga keperawatan, penyelarasan kurikulum dan pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja global, peningkatan kemampuan bahasa asing dan pemahaman budaya kerja internasional, hingga fasilitasi sertifikasi kompetensi sesuai standar internasional.

Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan kebutuhan pasar kerja global terus berkembang, sehingga Indonesia tidak cukup hanya menyediakan tenaga kerja dalam jumlah besar.

"Pendekatan penyiapan Pekerja Migran Indonesia berfokus pada hasil akhir atau goal-oriented, yakni menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, bersertifikasi global, dan siap ditempatkan di luar negeri," ujar Mukhtarudin.

Ia menegaskan PMI harus memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan negara tujuan, kemampuan bahasa asing, pemahaman budaya kerja internasional, serta sertifikasi yang diakui secara global.

Selain dengan AIPNI, KP2MI turut meneken MoU dengan Universitas Cenderawasih, Universitas Esa Unggul, dan MNC University. Mukhtarudin menjelaskan ruang lingkup kerja sama dengan keempat lembaga tersebut mencakup penguatan pendidikan, kompetensi, informasi, serta layanan migrasi aman.

Salah satu langkah konkret yang disepakati adalah pembentukan dan pengembangan Migrant Center di lingkungan kampus sebagai pusat informasi, edukasi, pendampingan, dan peningkatan kapasitas bagi calon PMI, mahasiswa, alumni, maupun masyarakat umum.

"Yang kita bangun bukan sekadar kerja sama administratif, tetapi bagaimana pendidikan dan kompetensi yang dimiliki calon Pekerja Migran benar-benar terhubung dengan kebutuhan pasar kerja global," beber Mukhtarudin.

Ia menambahkan KP2MI bersama mitra pendidikan akan melakukan penyiapan profil dan pemetaan potensi persediaan tenaga kerja, termasuk pemetaan minat mahasiswa maupun masyarakat untuk bekerja ke luar negeri, agar peningkatan kompetensi dapat disesuaikan dengan kebutuhan negara atau wilayah tujuan penempatan.

Dalam aspek kelembagaan vokasi, KP2MI dan mitra turut mendorong standardisasi yang meliputi identitas lembaga, sarana dan prasarana, kurikulum, instruktur, hingga sertifikasi kompetensi.

"Kompetensi harus kita selaraskan dengan kebutuhan negara tujuan. Dengan demikian, Pekerja Migran yang kita siapkan benar-benar memiliki daya saing dan nilai tambah ketika masuk ke pasar kerja internasional," ujar Mukhtarudin.

Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma Among menyambut baik kerja sama tersebut sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi menyiapkan lulusan berdaya saing internasional.

"Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja global," ujarnya.

Sementara itu, Rektor MNC University Dendi Pratama menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah penting untuk mempertemukan potensi sumber daya manusia dengan kebutuhan dunia kerja internasional.

"Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, kompetensi, dan kesiapan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja global," katanya.

Sebagai langkah lanjutan, KP2MI bersama perguruan tinggi dan AIPNI akan mendorong implementasi kerja sama tersebut agar tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, melainkan diwujudkan lewat program pendidikan, pelatihan, pemetaan kebutuhan pasar kerja, sertifikasi, serta penguatan layanan migrasi aman.

Penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Cenderawasih Septinus, Direktur Bisnis dan Jejaring Industri MNC University Liena Prajogi, serta Direktur Kemitraan dan KUI Fenny Yutika Seli beserta jajaran.

Ringkasan AI

Pemerintah menggandeng Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) untuk menyiapkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor keperawatan yang mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar kerja kesehatan global, lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dengan AIPNI beserta tiga institusi pendidikan lain di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Helikopter HR-3604 Dikerahkan Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Gunung Anak KrakatauNasional

Helikopter HR-3604 Dikerahkan Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Gunung Anak Krakatau

Kiky· 10 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.