VOICEINDONESIA.CO, Tangerang – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mendampingi kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) bernama Baedah dari Amman, Yordania, bersama kelima anaknya.
Baedah dan kelima anaknya tiba di Indonesia pada Jumat (25/9/2026). Mereka kemudian diterima Direktur Reintegrasi dan Penguatan Keluarga, Hadi Wahyuningrum, di Lounge Pekerja Migran Indonesia Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Selanjutnya, Baedah dan kelima anaknya akan diantar hingga ke kediaman mereka di Majalengka, Jawa Barat. Setibanya di daerah asal, KP2MI melalui Direktorat Reintegrasi dan Penguatan Keluarga akan membantu proses reintegrasi keluarga.
Bantuan tersebut mencakup penyelesaian kebutuhan administrasi dan layanan dasar, termasuk pengurusan dokumen administrasi dan akta kelahiran anak, pendaftaran BPJS Kesehatan, serta kebutuhan pendidikan.
“Kami akan membantu proses kepulangan Baedah dan anak-anak sampai ke Majalengka. Setelah itu, KP2MI akan membantu menindaklanjuti kebutuhan administrasi dan reintegrasi keluarga, termasuk pengurusan dokumen administrasi dan akta kelahiran anak, pendaftaran BPJS Kesehatan, kebutuhan pendidikan,” ujar Yayuk, sapaan Hadi Wahyuningrum.
Yayuk mengatakan KP2MI juga akan membantu memfasilitasi kebutuhan kesehatan anak, termasuk khitan bagi anak yang memerlukannya. Selain itu, dukungan kesehatan mental akan diberikan kepada Baedah dan kelima anaknya.
“Harapannya, keluarga ini dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik setelah berada di tanah air,” imbuhnya.
Baedah tiba di Yordania pada 2003 dan sempat bekerja melalui agen selama kurang lebih empat tahun dengan empat majikan. Selama tinggal di Yordania, Baedah menghadapi sejumlah kendala terkait status keimigrasian dan ketenagakerjaan.
Pada 2010, Baedah kemudian membangun kehidupan bersama seorang warga negara Mesir dan dikaruniai lima orang anak. Hingga kepulangannya ke Indonesia, kelima anak tersebut belum memiliki dokumen kelahiran.
Dalam perjalanan dari Amman menuju Indonesia, Baedah mendapat pendampingan dari KBRI Amman hingga tiba di tanah air.
Sebelumnya, KBRI Amman juga memberikan bantuan selama proses penanganan Baedah di Yordania, termasuk dukungan logistik dan kebutuhan lainnya.
KBRI Amman turut berupaya mendapatkan data dokumen paspor Baedah melalui pencarian biometrik. Namun, data tersebut belum ditemukan.
Baedah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan sehingga dirinya dapat kembali ke tanah air bersama kelima anaknya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin yang sudah membantu kepulangan saya dan anak-anak ke Indonesia. Saya ingin pulang karena ingin membahagiakan anak-anak dan ibu saya. Saya berharap bisa memulai kehidupan yang lebih baik bersama keluarga di Indonesia,” ujar Baedah.
Kepulangan Baedah bersama kelima anaknya menjadi awal proses reintegrasi keluarga di tanah air, dengan dukungan KP2MI untuk pemenuhan kebutuhan administrasi, kesehatan, pendidikan, dan layanan dasar lainnya. (af)



























