VOICE Indonesia
Buruh

Kemenimipas Serap 21 Ribu Peserta Magang Nasional

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Kemenimipas Serap 21 Ribu Peserta Magang Nasional
Kemenimipas Serap 21 Ribu Peserta Magang Nasional
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menjadi penyumbang terbesar penerima peserta Program Magang Nasional dengan menyerap 21.686 orang yang tersebar di 835 satuan kerja. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kemenimipas bahkan mengusulkan kebutuhan peserta magang lebih dari 30 ribu orang. "Setelah seleksi dan penyesuaian, yang disetujui sebanyak 21.686 peserta dan tersebar di 835 satuan kerja Kemenimipas," kata Sekjen Kemnaker, Cris Kuntadi di Jakarta pada Senin (26/1/2026). Khusus di Jawa Tengah, jumlah peserta magang yang diterima di lingkungan Kemenimipas tercatat mencapai 2.004 orang. Angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan dunia kerja terhadap talenta muda yang siap bekerja. Cris menyebut program ini memberi manfaat ganda karena satuan kerja terbantu sementara lulusan baru mendapat pengalaman kerja langsung yang relevan dan terstruktur. Pemerintah tidak ingin program ini hanya menjadi kegiatan administratif, melainkan benar-benar memberi pengalaman kerja nyata. "Program ini memberi manfaat ganda. Satuan kerja terbantu, sementara lulusan baru mendapatkan pengalaman kerja langsung yang relevan dan terstruktur," jelasnya. Baca Juga : Program Magang Nasional 2025 Diklaim Lebihi Target 100 Ribu Peserta Ia menilai Program Magang Nasional menjadi solusi konkret bagi lulusan baru perguruan tinggi yang kesulitan menembus dunia kerja akibat minim pengalaman kerja. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi. "Kegiatan ini bagian dari monitoring dan evaluasi untuk memastikan pemagangan meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi," ujarnya. Pemerintah terus melakukan pengawasan dan evaluasi dari program yang diluncurkan tahun lalu tersebut. Salah satunya di sejumlah Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Kawasan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Di Nusakambangan, lebih dari 200 peserta Program Magang Nasional saat ini menjalani magang di berbagai UPT Pemasyarakatan. Mereka ditempatkan di lingkungan kerja dengan disiplin tinggi dan sistem kerja nyata yang jarang diperoleh lulusan baru di awal karier. Cris juga meninjau sejumlah UPT Pemasyarakatan antara lain Kembang Kuning, Pasir Putih, Batu, dan Permisan. Selain itu mengunjungi Balai Latihan Kerja Nusakambangan serta unit usaha produktif binaan Kemenimipas seperti budidaya udang vaname, ikan sidat, perkebunan anggur, dan peternakan ayam. "Melalui penguatan Program Magang Nasional, Kemnaker menegaskan komitmen negara menghadirkan jalan masuk yang lebih adil ke dunia kerja bagi lulusan baru," pungkasnya. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Menggugat Negara: PMI Bukan Objek, Selamatkan Nyawa dari Jerat Perdagangan Manusia Baca Berita Lainnya di Google News

Ringkasan AI

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menjadi penyumbang terbesar penerima peserta Program Magang Nasional dengan menyerap 21.686 orang yang tersebar di 835 satuan kerja. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kemenimipas bahkan mengusulkan kebutuhan peserta magang lebih dari 30 ribu orang.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.