VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
Daerah

65 Jamaah Haji Asal Jatim Meninggal di Tanah Suci, Tertinggi Se-Nasional

Joko Hermanto - VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia di Google
1209162.jpg
Kedatangan Jamaah Haji di Debarkasi Surabaya

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti angka kematian jamaah haji asal Jawa Timur yang masih menjadi penyumbang tertinggi secara nasional. Per Jumat, 12 Juni 2026, tercatat 65 jamaah asal Jatim wafat di Tanah Suci.

Angka tersebut terhitung selama 53 hari proses penyelenggaraan ibadah haji, mulai pemberangkatan hingga pemulangan. Meski masih tertinggi, Wamenhaj mengapresiasi penurunan signifikan dibanding periode tahun lalu yang menembus lebih dari 100 jiwa.

Namun mortalitas 65 jiwa ini tetap harus jadi evaluasi. Jawa Timur masih jadi penyumbang angka kematian tertinggi jamaah haji Indonesia yang sementara ini terdata 180 jiwa, ujar Dahnil saat ditemui di Surabaya, Jumat 12 Juni 2026.

Berdasarkan data, mayoritas jamaah haji asal Jatim yang wafat memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Tiga penyakit yang paling banyak tercatat adalah pneumonia atau gangguan pernapasan, darah tinggi, dan jantung.

Melihat kondisi tersebut, Dahnil menegaskan pemeriksaan istitha'ah atau kemampuan fisik dan kesehatan jamaah akan diperketat pada penyelenggaraan haji tahun depan.

"Pemeriksaan di dalam negeri itu akan lebih ketat, terutama yang komorbid penyakit-penyakit tertentu, jantung, darah tinggi, tidak ada toleransi," tegas Dahnil.

Meski begitu, Dahnil menyebut usia tidak akan menjadi patokan utama dalam menentukan kelayakan berangkat. Menurutnya, kondisi fisik lebih menentukan dibanding angka usia.

"Kalau umur ini debatable, karena bukan ukuran. Anda perhatikan ada bapak-bapak kita yang umur 70 tahun, petani, tapi sehat bugar," jelasnya.

Angka kematian jamaah di Tanah Suci akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah. Tujuannya agar penyelenggaraan pelayanan ibadah haji tahun depan bisa lebih baik dan angka mortalitas dapat ditekan.

Salah satu langkah yang akan diambil adalah memperketat pemeriksaan istitha'ah di Tanah Air. Dengan begitu, jamaah yang berangkat ke Tanah Suci benar-benar memiliki kondisi kesehatan prima dan siap menjalani rangkaian ibadah haji yang membutuhkan fisik kuat.

Pemerintah berharap dengan seleksi kesehatan yang lebih ketat, jamaah bisa beribadah dengan aman, nyaman, dan angka kematian dapat terus ditekan dari tahun ke tahun.(joe)

Ringkasan AI

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti angka kematian jamaah haji asal Jawa Timur yang masih menjadi penyumbang tertinggi secara nasional. Per Jumat, 12 Juni 2026, tercatat 65 jamaah asal Jatim wafat di Tanah Suci.Angka tersebut terhitung selama 53 hari proses penyelenggaraa

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Perlindungan Korban TPPO harus DitingkatkanPekerja Migran Indonesia

Perlindungan Korban TPPO harus Ditingkatkan

Afifah· 27 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.