VOICEINDONESIA.CO, Garut – Kendaraan listrik mulai menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat di wilayah Garut dan Priangan Timur. Selain menawarkan kemudahan mobilitas, kendaraan jenis ini dinilai mampu menekan biaya operasional sekaligus mendukung upaya mengurangi polusi udara.
Minat masyarakat terhadap kendaraan listrik tersebut terlihat dalam kegiatan Omoway Riders Gathering yang digelar di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kegiatan ini mempertemukan pengguna dan komunitas motor listrik sekaligus memperkenalkan perkembangan teknologi kendaraan ramah lingkungan.
Bagi sebagian pengguna, beralih ke motor listrik bukan sekadar mengikuti tren teknologi. Efisiensi biaya, kenyamanan berkendara, hingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi sejumlah pertimbangan dalam memilih moda transportasi.
CEO MD Omoway, Tedy Golsom, mengatakan salah satu keunggulan motor listrik adalah suara kendaraan yang relatif senyap. Hal tersebut dinilai memberikan kenyamanan lebih bagi pengendara sekaligus mengurangi kebisingan di lingkungan sekitar.
Dari sisi operasional, ia mengklaim pengisian daya hingga 100 persen membutuhkan biaya sekitar Rp15 ribu dengan jarak tempuh mencapai 220 kilometer.
"Untuk 100 persen di-charge menggunakan listrik bisa menempuh sekitar 220 kilometer atau jika diuangkan sekitar Rp15 ribu untuk jarak tempuh tersebut. Pastinya sangat murah," ungkap Tedy.
Sementara itu, Sales Team Leader Omoway, Trisa, menjelaskan kendaraan tersebut mengusung desain futuristik dan aerodinamis. Motor listrik ini juga dilengkapi sistem keamanan berbasis aplikasi pada telepon pintar pemilik kendaraan.
Menurutnya, jarak tempuh kendaraan bahkan dapat mencapai lebih dari 230 kilometer dalam kondisi tertentu, bergantung pada medan jalan dan gaya berkendara.
Dari sisi pasar, Trisa menyebut respons masyarakat terhadap kendaraan listrik di wilayah Garut hingga Kabupaten Pangandaran cukup positif. Dalam beberapa bulan terakhir, penjualan Omoway diklaim telah mencapai sekitar 80 unit.
"Respons masyarakat cukup baik. Terbukti dalam beberapa bulan sudah terjual sekitar 80 unit," ujar Trisa.
Untuk mengembangkan pasar, pihak dealer juga berencana menghadirkan sejumlah varian terbaru dengan teknologi yang lebih canggih. Salah satunya tipe Balance yang diklaim memiliki teknologi untuk membantu menjaga keseimbangan kendaraan secara otomatis.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan varian tertinggi dengan teknologi autopilot yang memungkinkan sejumlah fungsi kendaraan berjalan secara otomatis melalui sistem yang disematkan.
Meski menawarkan efisiensi dan teknologi baru, peralihan menuju kendaraan listrik masih membutuhkan dukungan berbagai aspek. Mulai dari ketersediaan infrastruktur pengisian daya, layanan purnajual, hingga edukasi kepada masyarakat.
Dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas, kendaraan listrik menjadi salah satu alternatif transportasi yang dapat dipertimbangkan masyarakat. Pilihan tersebut sekaligus membuka peluang perubahan pola berkendara menuju transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (WIL)























