VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Parade Surabaya Juang 2026, Minggu 1 November 2026. Dengan melibatkan sedikitnya 2.150 peserta, kegiatan yang rutin digelar satu sekali ini sukses menarik perhatian seluruh lapisan masyarakat yang datang secara langsung.
Antusiasme masyarakat tampak melihat dengan memadati hampir sepanjang jalan protokol yang dilintasi oleh ribuan peserta. Penampilan teatrikal memperlihatkan bagaimana sejarah perjuangan para pejuang melawan penjajah yang diwarnai ledakan dan tembakan semakin menambah keseruan pada parade surabaya juang ini.
Masyarakat berkali-kali dibuat heboh oleh suara dentuman tembakan yang terdengar begitu kencang. Teriakan histeris terdengar kencang dari suara masyarakat yang hadir.
Di balik suasana yang meriah, parade juang tersebut menyimpan makna tersendiri. Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut, ajang ini dalam rangka menyambut dan memperingatkan Hari Pahlawan 10 november.
Menurutnya, nilai perjuangan para pahlawan yang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dengan taruhan nyawa, air mata, dan darah harus terus dirawat oleh generasi penerus. “Pahlawan berjuang dengan nyawanya, dengan asalnya, dengan air matanya, maka jangan pernah sia-siakan perjuangan yang sudah dilakukan pahlawan,” kata Eri.
Eri Cahyadi menjelaskan, implementasi nyata yang dilakukan Pemkot Surabaya adalah menggelorakan semangat gotong royong dan Pancasila melalui program “Kampung Pancasila”. Melalui konsep ini, pemerintah berkomitmen agar nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya dibacakan saat kegiatan upacara, melainkan dihidupkan dalam sanubari dan keseharian warga.
Selain itu, sebagai wujud nyata pemkot Surabaya melakukan pendekatan pelayanan publik. Eri menyebut bahwa jajaran Pemkot Surabaya termasuk para aparatur sipil negara (ASN) mengoptimalkan pelayanan langsung dengan berkantor di balai-balai RW.
Kehadiran langsung diharapkan dapat melihat langsung kendala dan bisa menjadi solusi bagi masyarakat. “Perubahan bukan dilakukan dari akal, tapi perubahan dilakukan dari empati. Ketika kita bisa berkantor di RW, kita bisa melihat kesulitan secara langsung warga kita. Jika terdapat ada anak putus sekolah atau bantuan yang kurang tepat, bisa langsung kita lakukan perbaikan,” ujar Eri.
Walikota Eri cahyadi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu memegang semangat persatuan untuk kebaikan bersama. Menurutnya, kemerdekaan baru akan terasa jika semua masyarakat merasakan kesejahteraan.(joe)























