VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merevitalisasi Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng, Jakarta Barat, yang mengalami kerusakan di sejumlah bagian bangunan, terutama plafon dan akses jalan.
Ketua APIC Bryan Ghautama mengatakan TPHP Cengkareng merupakan salah satu sentra ikan hias di Jakarta Barat yang telah ditempati para pedagang sejak 2011. Namun, menurut dia, bangunan yang berdiri di atas lahan milik Pemprov DKI tersebut belum mendapat perawatan yang memadai.
"Sejak saat itu, menurut saya yang setahu saya itu tidak ada perawatan yang baik, kurang lah ya, kurang perawatan yang baik. Makanya saya berharap adanya perhatian dari pemerintah, seperti gedungnya, kemudian jalanannya kita lihat rusak," tutur Bryan kepada wartawan usai acara Gebyar Edukasi Ikan Hias di TPHP Cengkareng, Rabu (16/9/2026).
Bryan menjelaskan gedung TPHP Cengkareng dikelola oleh Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP).
Menurut dia, revitalisasi tidak hanya diperlukan untuk memperbaiki kondisi teknis bangunan, tetapi juga dapat menjadi langkah untuk mengembangkan TPHP Cengkareng sebagai lokasi wisata ikan hias.
"Betul, lebih dari sekadar jual beli. Orang-orang di sini bisa menikmati. Bedanya gini, menikmati dan membeli. Ibaratnya seperti minum kopi. Minum kopi itu beda dengan minum air putih yang hanya menghilangkan haus. Minum kopi itu lebih kepada kenikmatan, jadi ada aromanya," ujar Bryan.
Ia menilai pengalaman melihat ikan secara langsung dan suasana tempat yang nyaman menjadi salah satu keunggulan TPHP Cengkareng dibandingkan dengan perdagangan ikan hias secara daring.
"Jadi, belinya apa, ukurannya beda, bahkan kadang-kadang warnanya tidak sesuai dengan yang ada di gambar. Lalu juga perbedaannya adalah TPPH Cengkareng ini sebenarnya seperti tempat orang cuci mata, wisata ikan hias. Kemudian ada kantinnya yang menarik juga," ujar Bryan.
Hingga saat ini, APIC melakukan sejumlah perbaikan secara swadaya, di antaranya memperbaiki musala dan menata kantin yang ditempati beberapa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bryan berharap Pemprov DKI dapat mengambil peran melalui revitalisasi gedung TPHP Cengkareng sekaligus memperbaiki akses menuju lokasi tersebut.
"Gedungnya sudah lama, jalanannya rusak, saya khawatir bisa menimbulkan potensi bahaya. Seperti contoh kita lihat atapnya bolong, pernah roboh, takutnya ketiban. Nah itu, kami berharap perhatian yang serius dari pemerintah untuk merawat tempat ini," tutur Bryan. (af)



























