VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Harapan keluarga untuk membawa pulang orang terkasih yang menjadi korban kapal tenggelam kini mulai terjawab. Dalam dua hari terakhir, empat jenazah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI dan Basarnas.
Salah satunya adalah warga Surabaya bernama Imam Soeparno (66) yang telah dimakamkan di TPU Babat Jerawat Surabaya. Sementara dua jenazah lainnya masing-masing warga Pamekasan dan Kediri juga telah diterima oleh pihak keluarga.
Proses identifikasi korban kapal tenggelam Virgo Transport 8 terus berjalan. Hingga Rabu, sudah empat jenazah yang berhasil diidentifikasi.
Imam Soeparno dikenal bekerja sebagai mekanik mesin, khususnya pada peralatan angkut. Namun saat musibah terjadi, korban bukan bagian dari kru kapal, melainkan sebagai penumpang.
Selain Imam, jenazah warga Pamekasan dan warga Kediri juga telah diterima dan dipersiapkan untuk dimakamkan. Sebelumnya, jenazah warga Kabupaten Malang juga telah berhasil diidentifikasi, namun pemakamannya dilakukan di Blitar.
Artinya, empat keluarga kini telah mendapat kepastian di tengah penantian panjang untuk mengetahui nasib anggota keluarga mereka.
Dari data yang sudah teridentifikasi, ada enam korban meninggal, di antaranya empat korban asal Jawa Timur. Keempat korban tersebut adalah Imam Soeparno (66) warga Sememi Jaya Gang 4 Surabaya, Reyner Fausta Yosilianto (22) warga Dusun Slumbung Kabupaten Blitar, Nurul Rian Hidayat (33) warga Pamekasan, dan Deni Rizal Saputra (30) warga Jalan Nanas Mekikis Purwosari Kediri.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Muhammad Arif Hardiansyah, mengatakan hingga hari ini sudah empat jenazah yang teridentifikasi oleh DVI dan Basarnas.
"Sampai saat ini, dari kemarin sampai dengan hari ini sudah empat jenazah yang telah dilakukan identifikasi oleh DVI dan Basarnas. Kemudian hari ini kita menerima jenazah warga Surabaya, warga Pamekasan dan warga Kediri. Untuk kemarin warga Kabupaten Malang tetapi pemakamannya di Blitar," ujarnya.
Sementara itu, proses identifikasi belum berhenti. Mulai besok, pihak terkait masih menunggu perkembangan dari tim DVI yang bekerja di Banjarmasin. Proses ini melibatkan DVI, Basarnas, BPBD, serta Dinas Sosial untuk memastikan identitas korban dan mempercepat pemulangan jenazah kepada keluarga.(fsm)



























