VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
Ekonomi

MBG dan Kopdes Belum Berdampak pada Serapan Pekerja

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
VOICE Indonesia di Google
Siswa menikmati santapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, sementara warga beraktivitas di Koperasi Desa Merah Putih.
Ilustrasi memperlihatkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah dan aktivitas Koperasi Desa Merah Putih di desa.(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – "Yang jadi masalah adalah jangan sampai sektor pekerjaan baru yang diciptakan pemerintah melalui flagship program tersebut meninggalkan lubang dan titik kelemahan di sektor manufaktur dan padat karya yang selama ini sudah relatif settled," kata Presiden Sarbumusi Irham Ali Saifuddin dalam keterangan kepada VOICEINDONESIA.CO, Selasa (9/6/2026).

Ia menegaskan program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih belum menjawab persoalan ketenagakerjaan yang sesungguhnya.

"Program-program yang digaungkan dari aspek ketenagakerjaan baik MBG maupun Koperasi Desa Merah Putih ini belum dirasakan betul dalam konteks penyerapan tenaga kerja yang berkualitas," ujarnya.

Di saat yang bersamaan sektor manufaktur dan padat karya yang selama 10 hingga 20 tahun terakhir menjadi penopang kelas menengah justru sedang berguguran.

"Sektor-sektor yang selama ini sudah relatif settled dan menjadi penopang utama pertumbuhan kelas menengah kita selama 10 atau 20 tahun terakhir saat ini sedang berguguran," katanya.

Sarbumusi mendesak pemerintah mengambil langkah konkret mendatangkan investasi berkualitas sebagai solusi jangka panjang ketenagakerjaan.

"Pemerintah sebaiknya fokus melakukan semua cara untuk mendatangkan investasi sebesar-besarnya ke Indonesia, di mana investasi ini akan dikonversi dalam bentuk penciptaan lapangan kerja sebanyak dan seberkualitas mungkin," ujarnya.

Tren informalisasi yang menguat akibat deindustrialisasi dinilai semakin menjauhkan Indonesia dari pekerjaan yang layak.

"Fenomena deindustrialisasi semakin mendekatkan kita pada tren informalisasi, dan ketika kita semakin terjebak di informality maka kita akan menjauhi decent jobs," tegasnya.

Ringkasan AI

Program unggulan pemerintah Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih belum dirasakan betul dampaknya dalam penyerapan tenaga kerja berkualitas di sektor formal. Ini terjadi di tengah gelombang deindustrialisasi yang terus menggerus sektor manufaktur dan padat karya.Konfederasi Sarikat Buru

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Imigrasi Tangkal Dua WNA Penyelenggara Lari DiskriminatifImigrasi

Imigrasi Tangkal Dua WNA Penyelenggara Lari Diskriminatif

VOICE Indonesia· 24 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.