VOICE Indonesia
Ekonomi

Menkeu: Ekonomi RI Harus Tumbuh Hingga Tujuh Persen Untuk Jadi Negara Maju

Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menkeu: Ekonomi RI Harus Tumbuh Hingga Tujuh Persen Untuk Jadi Negara Maju
Menkeu: Ekonomi RI Harus Tumbuh Hingga Tujuh Persen Untuk Jadi Negara Maju

VOICEIndonesia.co, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan perekonomian Indonesia harus tumbuh di kisaran 6 hingga 7 persen untuk dapat mencapai target negara berpendapatan tinggi (high income country) atau negara maju pada 2045.

Adapun saat ini perekonomian Indonesia cenderung tumbuh kisaran 5 persen. Untuk itu diperlukan pelaksanaan reformasi struktural karena dapat meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat dunia.

“Reformasi struktural memang perlu kerja keras. Peningkatan pertumbuhan sebesar 1 hingga 2 persen benar-benar memerlukan reformasi struktural,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Rabu, 13 Desember 2023.

Dilansir dari ANTARA, Sri Mulyani menyebut banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai target tersebut, mulai dari terjadinya krisis keuangan global, inflasi tinggi, geopolitik, hingga perubahan iklim.

Maka dari itu untuk mencapai pertumbuhan 6 hingga 7 persen diperlukan pula kombinasi kebijakan fiskal, sehingga tidak boleh hanya berasal dari sumber daya pemerintah.

Pasalnya, Indonesia tidak bisa memiliki pertumbuhan yang tinggi tetapi dengan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang juga tinggi.

“Ini tidak akan berkelanjutan. Mungkin baik-baik saja dalam jangka pendek, namun tidak baik dalam jangka menengah,” ucap dia.

Baca Juga: Imigrasi Palembang Terbitkan 973 Izin Tinggal WNA

Hingga saat ini, Menkeu menuturkan, APBN telah berperan penting sebagai peredam kejut (shock absorber), menjaga stabilitas nasional, hingga mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang solid.

Ke depan, APBN akan terus hadir melindungi masyarakat dan menjaga momentum pemulihan ekonomi, terutama dalam merespons berbagai ketidakpastian perekonomian global.

Dengan begitu, APBN tetap digunakan untuk memberikan layanan dasar, seperti imunisasi dan vaksinasi kepada seluruh anak di Indonesia hingga daerah terpencil.

Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan komitmen dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) melalui anggaran pendidikan yang dialokasikan minimal 20 persen dari APBN.

Selain itu, APBN juga membantu masyarakat yang paling rentan agar tidak terdampak berbagai guncangan melalui jaring pengaman sosial.

Di sisi lain, kebutuhan membangun infrastruktur juga menjadi sangat penting untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju.

Untuk mendukung hal tersebut, kombinasi kebijakan fiskal dan keterlibatan sektor swasta. Jadi benar-benar harus menjalin kemitraan antara pemerintah dengan swasta,” ujar Menkeu.

Oleh karena itu, lanjut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut, alat fiskal kini juga mengembangkan isntrumen untuk mengurangi risiko atau memberikan jaminan bagi sektor swasta untuk terlibat, namun tetap dengan meminimalkan risiko moral (moral hazard).

Ringkasan AI

**Rangkuman Berita:** Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa perekonomian Indonesia harus tumbuh 6-7 persen (naik dari pertumbuhan saat ini sekitar 5 persen) agar dapat mencapai status negara berpendapatan tinggi pada 2045. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan reformasi struktural yang mendalam serta kombinasi kebijakan fiskal yang seimbang tanpa meningkatkan defisit APBN. Pemerintah akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN, pembangunan infrastruktur, dan kemitraan strategis dengan sektor swasta untuk menghadapi berbagai tantangan global seperti krisis keuangan, inflasi, dan perubahan iklim.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di JepangPekerja Migran Indonesia

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di Jepang

Afifah· 28 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.