VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyebut Rusia bukan sekadar mitra dagang biasa. Dengan kontribusi 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan Eurasian Economic Union, Rusia adalah pemain paling dominan di blok tersebut bagi Indonesia.
Rusia memasok batu bara, pupuk, dan produk baja ke Indonesia, sementara Indonesia mengekspor sawit, kopi, kelapa, dan kakao ke pasar Rusia.
"Kami ingin memastikan momentum ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas," ujar Roro saat bertemu Deputy Minister of Economic Development Rusia Vladimir Ilyichev di Kazan, dilansir Antara, Jumat (15/5/2026).
Indonesia-EAEU Free Trade Agreement yang ditandatangani Desember 2025 di St. Petersburg kini tengah dipacu proses ratifikasi domestiknya dengan target implementasi pada kuartal III atau IV 2026. Untuk mempercepat realisasi, Indonesia mengusulkan pembentukan Indonesia-EAEU Business Council bersama Kadin Indonesia sebagai jembatan antarpelaku usaha kedua kawasan.
Selain perdagangan barang, Indonesia juga membuka peluang ekspor jasa di bidang teknologi informasi, konstruksi, perhotelan, dan teknologi digital. Pelaku usaha Rusia juga diundang berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026 yang digelar 14-18 Oktober di Banten.
"Pembentukan Indonesia-EAEU Business Council diharapkan dapat menjadi katalis dalam memperkuat hubungan antarpelaku usaha, memperluas peluang investasi, serta mendorong peningkatan perdagangan kedua negara," pungkas Roro.



























