VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditargetkan menembus level psikologis 10.000 pada akhir 2026. Target ini didorong dengan sinkronisasi kebijakan fiskal-moneter yang makin solid dan perbaikan fundamental ekonomi nasional.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan capaian IHSG saat ini sebenarnya bisa lebih tinggi jika desain kebijakan diterapkan sesuai rancangan awal. Dengan pendekatan ideal, dia menilai level IHSG seharusnya sudah menyentuh angka 9.000 pada penghujung 2025.
"Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya sekarang sudah 9.000," ujarnya kepada media di Jakarta pada Rabu (1/1/2026).
Purbaya meyakini ruang penguatan IHSG ke depan masih sangat besar. Sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter yang kian kuat, ditopang perbaikan kondisi ekonomi nasional, dinilai akan mendorong pasar saham bergerak lebih cepat dari proyeksi sebelumnya.
Baca Juga : Komisi XI DPR Tantang Menkeu Naikkan Tax Ratio Hingga Tekan Beban Bunga Utang
Purbaya memproyeksikan IHSG dapat menembus level 10.000 pada akhir tahun depan. Target tersebut diperkirakan tercapai seiring meningkatnya kepercayaan investor dan penguatan kinerja ekonomi domestik yang terus menunjukkan tren positif.
"Akhir tahun depan 10.000 lebih," tegasnya.
Optimisme Menkeu ini sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai makin solid. Kebijakan yang semakin sinkron antara pemerintah dan otoritas terkait menjadi faktor kunci untuk mendorong penguatan indeks saham gabungan mencapai target ambisius tersebut. (Sin/Ah)
Pilihan Redaksi : Menguji Keseriusan Negara: Segera Sahkan Perubahan Ketiga UU PMI dan Ratifikasi ILO C188!