VOICEINDONESIA.CO, Semarang – Kasus keracunan massal 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang mencuat justru di tengah gencarnya operasi bersih-bersih yang tengah dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN), yang sebelumnya sudah memecat ratusan pegawai dan menutup sejumlah dapur bermasalah di berbagai daerah. Insiden ini menambah panjang daftar kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya juga terjadi di Jember, Kediri, dan Sukabumi.
Kepala BGN Sudaryono merespons cepat dengan memberhentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi hingga hasil investigasi tuntas, sekaligus melayangkan surat peringatan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pengelolaan dapur tersebut.
"Kemudian SPPG-nya juga kita beri surat peringatan. Jadi di-suspend ini kan ada mitra, ada yayasan, ada SPPG," kata Sudaryono, Sabtu (1/8/2026).
Sanksi ini tidak berhenti di level dapur, sebab BGN turut menjatuhkan peringatan kepada Koordinator Kecamatan dan jajaran di atasnya, menandakan persoalan pengawasan diduga tidak hanya terjadi di titik produksi makanan semata, melainkan berlapis hingga ke struktur pengawasan yang lebih tinggi.
Hasil investigasi awal mengarah pada dugaan sejumlah bahan makanan bermasalah, mulai dari daun singkong hingga bumbu rendang, yang kini tengah diuji laboratorium oleh Dinas Kesehatan, dengan hasil lengkap ditargetkan rampung dalam 5 hingga 7 hari kerja.
"Kita butuh waktu paling tidak ya 7 hari, 5 hari kerja," ucap Sudaryono.
Rentetan kasus keracunan MBG yang berulang di berbagai wilayah ini pada akhirnya memunculkan pertanyaan besar soal efektivitas sistem pengawasan mutu pangan di seluruh dapur SPPG se-Indonesia, bukan semata soal insiden tunggal di satu sekolah.
Dari 707 orang yang mengalami gejala keracunan pada Jumat (31/7/2026), sebanyak 698 orang mendapat penanganan langsung di lokasi, sementara 9 orang lainnya dirujuk ke sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Semarang untuk observasi lebih lanjut. Sudaryono yang sempat menjenguk langsung 13 korban yang dirawat di tiga rumah sakit pada Sabtu (1/8/2026) memastikan kondisi mereka kini membaik.

















