Baca Juga: Alfamart dan Indomart Dituding Monopoli Pasar, Pemerintah Diminta Bertindak Eskalasi ini dipicu oleh aksi saling serang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, yang berdampak pada wilayah Teluk, termasuk Uni Emirat Arab (UEA). Kementerian Pertahanan UEA melaporkan telah melakukan intersepsi terhadap rudal yang masuk dan mengeluarkan notifikasi darurat kepada warga agar segera mencari tempat aman serta menjauhi area terbuka. Dampak dari krisis keamanan ini menyebabkan penutupan ruang udara secara luas di kawasan Teluk. Bandara-bandara besar seperti Bandara Internasional Dubai, Hamad di Doha, dan Zayed di Abu Dhabi sempat menghentikan operasional. Baca Juga: Serangan Iran Hantam Wilayah Arab Saudi, Ini Kondisi 58.873 Jamaah Umroh Indonesia Maskapai Etihad Airways bahkan menangguhkan seluruh keberangkatan dari Abu Dhabi hingga Minggu siang, yang mengakibatkan pembatalan massal dan ketidakpastian bagi para penumpang. Merespons situasi tersebut, KBRI Abu Dhabi telah menggelar Town Hall Meeting secara daring dengan masyarakat Indonesia di UEA pada Sabtu malam untuk menjelaskan protokol keselamatan. WNI diimbau untuk membatasi pergerakan di luar rumah, meningkatkan kewaspadaan, dan menghindari lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi target dampak konflik. Pemerintah RI meminta seluruh WNI di UEA untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melakukan lapor diri melalui situs resmi peduliwni.kemlu.go.id. Selain itu, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai telah menyiagakan hotline khusus untuk menangani setiap kondisi kedaruratan yang dialami warga negara Indonesia di wilayah tersebut. (af/hi) Pilihan Redaksi: Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan?
Baca Berita Lainnya di Google News


























