Baca Juga : Cari Kerja Kini Bisa Langsung di Karirhub Kemnaker Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Kota Bandung menghasilkan 1.500 ton sampah per hari. Namun hanya 800 ton yang berhasil diangkut ke TPA Sarimukti. Keterbatasan kapasitas dan kuota TPA menyebabkan penumpukan sampah mencapai 4.000 ton di beberapa titik TPS sepanjang 2025. Sebelumnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan masalah sampah tidak bisa diselesaikan secara instan dan memerlukan perubahan mindset serta keterlibatan semua pihak. Pemkot Bandung menargetkan 700 kawasan menjadi kawasan bebas sampah hingga akhir 2025 serta penambahan alat pengolah seperti insinerator dan unit maggotisasi. "Tantangan utama tetap tata kelola. Tata kelola dan tata kota secara keseluruhan," kata Farhan di Pendopo, Rabu (21/1/2026). Farhan menegaskan Pemkot Bandung memilih terbuka dalam menyampaikan kondisi kota, meskipun sering menimbulkan kritik. Keterbukaan ini dinilai penting agar akar masalah dapat dipahami dan solusi yang tepat dapat ditemukan bersama-sama. "Ketika kita terbuka, itu seperti minum pil pahit. Tapi dengan keterbukaan itu, kita memahami akar masalahnya dan bisa menemukan solusi yang tepat bersama-sama," ujarnya. Pada masa perayaan pergantian tahun, DLHK Kota Bandung memprakirakan timbulan sampah dapat meningkat hingga 1.800 ton per hari, lebih tinggi dari rata-rata harian biasa. Kondisi ini semakin menekan kapasitas pengelolaan sampah yang sudah terbatas. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Menteri Mukhtarudin Harus Tegas, Singkirkan Calon Atase Rekanan Mafia!
Baca Berita Lainnya di Google News


























