VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

BP2MI Minta PMI Hati-hati dengan Pihak Janjikan Penempatan di Korea Selatan

Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
BP2MI Minta PMI Hati-hati dengan Pihak Janjikan Penempatan di Korea Selatan
BP2MI Minta PMI Hati-hati dengan Pihak Janjikan Penempatan di Korea Selatan

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani meminta untuk para calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang ingin bekerja di Korea Selatan untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang menjanjikan penempatan.

Dalam konferensi pers di Jakarta Selasa, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, banyak peminat untuk mengisi posisi dalam skema penempatan Employment Permit System-Test of Proficiency in Korean (EPS TOPIK).

Untuk itu dia mengingatkan agar calon pekerja tidak mempercayai pihak Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang menjanjikan penempatan di Negeri Ginseng setelah EPS TOPIK.

"Itu adalah penipuan dan itu adalah kejahatan jangan pernah kita mau ditipu, dibohongi seolah-olah urusan sending nama calon pekerja setelah lulus EPS TOPIK itu adalah pekerjaan pihak LPK," katanya.

Baca Juga: Pemkab Bogor-BP2MI Sepakati Kerja Sama Lindungi Pekerja Migran

Dilansir dari ANTARA, hal itu diungkapkan ketika calon tenaga kerja Indonesia yang akan mengikuti ujian untuk mendapatkan penempatan di Korea Selatan.

Dia juga berpesan untuk melaporkan pihak-pihak yang meminta uang dalam memberikan pelayanan untuk calon pekerja migran, terutama yang berasal dari BP2MI.

"Pesan-pesan kepada calon pekerja anda mendaftar, anda mengikuti semua proses jangan pernah berpikir anda akan mengeluarkan uang untuk pihak-pihak yang memberikan pelayanan, pihak yang bekerja di BP2MI," kata Benny.

Pendaftaran untuk ujian EPS TOPIK 2024 dilakukan pada 15 Februari sampai dengan 20 Februari 2024. Total pendaftar ujian untuk penempatan di Korea Selatan melalui skema tersebut mencapai 62.930 orang.

Skema penempatan PMI lewat EPS TOPIK untuk tahun ini sendiri menambah sektor yang akan menerima pekerja Indonesia.

Setelah sebelumnya hanya membuka penempatan untuk sektor perikanan dan manufaktur, kini terdapat penempatan untuk sektor Shipbuilding, Service 1 untuk jasa seperti pengolahan sampah dan Service 2 yang mencakup pekerjaan di hotel dan restoran.

Ringkasan AI

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani meminta untuk para calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang ingin bekerja di Korea Selatan untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang menjanjikan penempatan. Dalam konferensi pers di Jakarta Selasa, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, banyak peminat untuk mengisi posisi dalam skema penempatan Employment Permit System-Test of Proficiency in Korean (EPS TOPIK).

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTTImigrasi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTT

Afifah· 01 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.