VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kesenjangan lama antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri kini coba dijembatani lewat pendekatan berbasis data. Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat Sistem Informasi Pasar Kerja (Labour Market Information System/LMIS) agar data kebutuhan tenaga kerja bisa diakses secara real-time oleh dunia pendidikan dan industri sekaligus.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker Anwar Sanusi menyebut penguatan LMIS menjadi salah satu langkah paling penting dalam upaya penyelarasan atau link and match antara pendidikan dan industri saat ini.
"Ditekankan penguatan LMIS agar data kebutuhan tenaga kerja dapat diakses secara real-time oleh dunia pendidikan dan industri," kata Anwar dilansir Antara, Senin (10/8/2026).
LMIS sendiri merupakan platform data terpadu Kemnaker yang dikelola Pusat Pasar Kerja (Pasker ID), berfungsi mengumpulkan, menganalisis, dan menyebarkan informasi ketenagakerjaan sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan industri dalam satu ekosistem data.
Platform ini memiliki sejumlah fungsi utama, mulai dari integrasi data yang menghubungkan informasi pasar kerja dari lembaga pemerintah maupun sektor swasta, hingga mengatasi ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi lulusan pendidikan dengan kebutuhan riil industri.
Selain itu, LMIS turut menyediakan akses lowongan kerja, bursa kerja, dan data pelatihan, sehingga angkatan kerja bisa mengakses berbagai informasi ketenagakerjaan secara lebih mudah dan terintegrasi dalam satu platform.
Anwar menambahkan Kemnaker tidak hanya mengandalkan LMIS semata, melainkan turut menjalankan sejumlah langkah strategis lain untuk mengatasi mismatch antara pendidikan dan industri.
"Selain memperkuat link and match antara pendidikan dan industri, Kemnaker juga memodernisasi pelatihan vokasi, melakukan pemetaan kebutuhan keterampilan masa depan, serta program Magang Nasional," ujar Anwar.
Ia menyebut Magang Nasional menjadi salah satu instrumen penting untuk menjembatani transisi lulusan perguruan tinggi dari dunia pendidikan ke dunia kerja, dengan program ini dirancang sebagai proses pembelajaran kerja terstruktur, bukan sekadar penempatan peserta magang biasa.























